ADVERTISEMENT

Wanita Minang Dinikahi Pria Pakistan, Cinta Bersemi dari Situs Jodoh Muslim

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 27 Feb 2022 08:00 WIB
kisah cinta beda negara, pasangan Chairani dan Asfandyar. Foto pasangan Rani dan Asfand. Foto: Dok. pribadi Chairani.
Bogor -

Jodoh adalah rahasia Allah SWT, kamu tak akan pernah mengetahui dengan siapa yang akan menjadi jodohmu. Seperti yang dialami oleh wanita asal Sumatera Barat ini yang dinikahi pria asal Pakistan. Seperti apa kisah cintanya?

Ialah pasangan Chairani atau akrap disapa Rani menikah dengan Asfandyar. Rani mengatakan awal mula bertemu dengan Asfand pada 13 Januari 2021. Keduanya berkenalan melalui situs jodoh online khusus muslim.

"Kita ketemuan di website khusus orang Muslim banyak banget pria dan wanita Muslim dari berbagai negara. Kamu tetap hati-hati hanya mau friendship atau menikah. Sebelum bertemu suami, nggak langsung ketemu dia. Aku ditemukan orang yang aneh-aneh," ungkap Rani.

kisah cinta beda negara, pasangan Chairani dan Asfandyar.kisah cinta beda negara, pasangan Chairani dan Asfandyar. Foto: Dok. pribadi Chairani.

Saat awal mula bertemu melalui situs tersebut, Asfand pertama kali melihat profil dan foto Rani terlebih dahulu. Ia merasa tertarik ketika melihat Rani.

"Foto aku pakai hijab dan foto simple aja. Kalau aku pertama kali melihat foto Asfand dia foto dengan omnya. Dia itu ganteng banget aku langsung terpesona, wajah orang baik pokoknya," kata Rani.

Dari profilnya, Rani mengetahui kalau Asfand saat itu tengah kuliah S2. Rani ketika itu pun tidak langsung tertarik dengan Asfand. Dia masih melihat-lihat profil pria lainnya lewat website jodoh muslim tersebut.

"Pada saat itu aku kepoin lagi orang-orang yang menyukai profil lewat website tersebut. Pada waktu itu kita bisa saling tukar nomor WhatsApp. Chatting itu berbayar dan awalnya penasaran aja pakai website tersebut. Asfand terlebih dahulu yang memberikan kontak," kenang Rani.

Setelah berkenalan via websiter jodoh, keduanya kemudian melanjutkan percakapan melalui WhatsApp. Setelah saling mengenal, Rani semakin mengaggumi pria tersebut. Kepribadian Asfand yang membuatnya tertarik adalah tenang, peka, pekerja keras, dan mau mengambil risiko.

"Suami aku penyayang, mengerti sifat aku dan baik. Dia itu orangnya manja wajar dari seorang seperti suami kepada istri. Ia itu mau bekerja sama dalam mengerjakan tugas domestik rumah, dia masak, mencuci piring dan lainnya," tambahnya.

Selain itu Rani kagum dengan Asfand yang taat dengan agama. Wanita 31 tahun itu pun yakin untuk menjalin hubungan cinta dengan Asfand tidak lama setelah mereka saling bertukar nomer kontak.

"Tanggal 14 Januari 2021 kirim-kirim foto keluarga padahal aku nggak minta. Dia juga kirim akun Facebooknya. Berarti dia kelihatan ingin serius. Tapi dia waktu itu bilang i love you, aku tidak menanggapi serius saat itu. Kita mulai video call tapi sambil chatting," kenang Rani seraya tertawa.

[Gambas:Youtube]

Kesulitan Menjalani Hubungan

Rani dan Asfand menjalani hubungan cinta jarak jauh. Pandemi membuat Asfand tidak bisa langsung datang ke Indonesia.

Rani mengungkapkan saat awal berkenalan ada cerita yang tak dilupakannya. Dia sempat mengira Asfand tuna wicara karena selama video call, pria tersebut tidak mengucapkan satu patah kata pun.

"Aku langsung berpikiran aneh-aneh karena aku pikir dia bisu. Aku kira dia sudah menikah karena ada suara perempuan. Soalnya video call nggak mau ngomong," tuturnya.

Ternyata saat video call di awal perkenalan Asfand masih malu berbicara dan belum ada keberanian untuk memperkenalkan Rani pada keluarga yang ada di rumah. Baru setelah satu minggu berkomunikasi via video call, Rani mulai diperkenalkan oleh anggota keluarga Asfand.

"Mereka (keluarga besar) mendukung hubungan saya," kata Asfand yang belum bisa bahasa Indonesia saat berbincang dengan Wolipop.

Ashfand menambahkan, kakaknya membantunya mengenal Rani lebih jauh. Sebab bahasa Inggris sang kakak lebih lancar darinya.

Dukungan untuk hubungan cinta mereka bukan hanya datang dari keluarga Asfand. Ibunda Rani pun memberikan restunya. Hanya saja ada beberapa keluarganya yang memberikan reaksi kurang menyenangkan.

"Ada banyak reaksi dari keluarga aku, ada yang berpikiran negatif. Karena niat kita baik. Kita bisa menjalaninya. Mama setuju dari awal karena aku cerita tentang Asfand dari awal kenal," kata Rani.

Setelah saling mengenal, Asfand dan Rani memutuskan menikah. Namun pernikahan mereka digelar secara online. Kisahnya klik halaman selanjutnya ya!

Asfand dan Rani awalnya sepakat menggelar acara pernikahan pada Januari 2021. Namun karena pandemi, rencana tersebut gagal diwujudkan.

"Waktu itu berbagai pihak aku hubungin, kedutaan Pakistan yang ada di Jakarta, KUA dan lain-lain. Sampai akhirnya akta kematian papa aku belum aku urus ternyata. Aku harus pengadilan Bukit Tinggi kota kelahiran, padahal aku sekarang tinggalnya di Bogor. Bolak-balik pokoknya banyak yang harus dipersiapkan," tutur Rani.

Semua keluarga Rani yang berada di Bukit Tinggi, turut membantu kelancaran persiapan acara pernikahan Rani dan Asfand. Asfand juga mengurus dokumen pernikahan di Pakistan.

kisah cinta beda negara, pasangan Chairani dan Asfandyar.kisah cinta beda negara, pasangan Chairani dan Asfandyar. Foto: Dok. pribadi Chairani.

Ketika semua dokumen selesai diurus, pada Maret 2021, keduanya hampir putus asa karena masa PSBB terus diperpanjang. Padahal Asfand ingin datang ke Indonesia untuk bertemu keluarga besar Rani. Akhirnya mereka bersilaturahmi secara daring.

"Waktu itu Idul Fitri bulan Mei, aku sama keluarga bertemu secara online silaturahminya. Pas lagi ngobrol, aku langsung kenalin Asfand dengan keluarga besar lewat online Zoom," kata Rani.

Setelah pertemuan keluarga itu, Rani dan Asfand memutuskan menikah secara online. Pandemi Corona membuat Asfand tidak bisa datang ke Indonesia.

"Aku hubungi ustaz, MUI, KUA, pemerintahan semua aku cari tahu tentang menikah secara online. Menikah jarak jauh itu bisa, harus ada penikah laki-laki, wali dan saksi," kenang Rani.

Asfand juga menghubungi kantor agama yang berada di Pakistan untuk mengetahui persyaratan menikah secara online. Pihak kantor agama di Pakistan menyetujui seluruh dokumen yang sudah dipersiapkan oleh Asfand dan Rani.

Keduanya menggelar pernikahan online pada 20 Mei 2021 pukul 20.21 WIB atau 18.21 Waktu Pakistan. Prosesi pernikahan online berjalan seperti offline. Ada proses taukil wali, ada khutbah pernikahan, ijab kabul dalam bahasa Urdu dan tanda tangan dokumen. Ada juga doa pernikahan dari KUA/PPN Pakistan.

Setelah menikah, Asfand akhirnya bisa datang ke Indonesia pada Juli 2021 untuk tinggal bersama dengan Rani di Bogor, Jawa Barat. Kini keduanya menjalani bisnis kuliner yang dijual berkeliling Bogor secara langsung. Seperti apa kisahnya? Simak artikel berikutnya di Wolipop.

(gaf/gaf)