Liputan Khusus Menikah Online

Viral Pengantin Sendirian di Pelaminan, Nikah Online karena Suami Corona

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 11 Okt 2021 11:00 WIB
Foto: Dok. pribadi Diya Putri Yunita. Foto: Dok. pribadi Diya Putri Yunita.

Kesulitan Menikah Online

Diya menuturkan acara pernikahannya pada tanggal 1 Agustus 2021, digelar di Dapur Semar, Wates Kulonprogo, Yogyakarta. Untuk menggelar acara tersebut yang membuatnya kesulitan adalah saat harus mengubah konsep pernikahan secara mendadak.

"Kesulitannya bukan di pernikahan virtualnya. Tetapi pada saat itu kami perlu menyiapkan kembali syarat-syarat dan mengubah semua konsep wedding yang sudah disusun," ungkap Diya.

Wanita 25 tahun itu menyampaikan jika Wibisono terpapar Corona H-3 menjelang hari akad nikah. Sebelumnya sang suami sudah dijadwalkan untuk hadir di KUA. Namun karena Wibisono terinfeksi Corona, pihak KUA menyarankan untuk mempelai pria diwakilkan.

"Karena calon pengantin pria (CPP) positif COVID-19, dari pihak KUA menyarankan untuk CPP diwakilkan. Jadi saat itu kami harus mencari wakil dan memenuhi syarat-syarat lain lagi," tambahnya.

Setelah kedua belah pihak keluarga berdiskusi, keluarga Diya dan Wibisono memutuskan untuk menikah secara agama terlebih dahulu di mana saat akad nikah calon pengantin pria diwakilkan. Dan saat ijab kabul berlangsung tanpa melakukan sentuhan fisik (tanpa jabat tangan).

"Pembacaan ijab qobulnya dari pihak calon pengantin pria (CPP) diwakilkan oleh saudara laki-laki dari pihak CPP dengan teks yang diucapkan pun berbeda dari teks ijab qobul pada umumnya. Dan calon pengantin pria menyaksikan proses pembacaan ijab qobul via Goggle Meet," ujar Diya lagi.

KIsah viral pasangan yang menikah secara virtual.KIsah viral pasangan yang menikah secara virtual. Foto: Dok. pribadi Diya Putri Yunita.

Kelebihan dan Kekurangan Menikah Virtual

Diya mengatakan pastinya dirinya merasa sedih dan menangis karena Wibisono tak ada di sampingnya saat hari pernikahan mereka. Sang suami pun merasakan kesedihan yang sama.

"Sebagai laki-laki pasti ingin dia sendiri yang mengucapkan qobulnya di hadapan wali saya. Tapi ya kami sama-sama menguatkan. Sebelumnya kami juga mencari jawaban dari beberapa ahli agama," tuturnya.

Wanita yang tinggal di Wates Kulonprogo, Yogyakarta itu mengungkapkan kelebihan dan kekurangan mengadakan acara pernikahan virtual.

"Untuk kelebihan dari menikah virtual, ya menikah itu kan adalah ibadah. Alhamdulillah dengan metode ini kami bisa menyegerakan ibadah yaitu menikah," terangnya.

"Dan untuk minusnya, ya pernikahan kami tidak seperti pernikahan pada umumnya. Jadi kadang kalau lihat pernikahan orang-orang bisa begitu sempurna, agak nyesek gitu sampai sekarang pun kami masih belajar untuk ikhlas," imbuhnya.

Diya bersyukur karena suaminya kini sudah sembuh dari Corona dan kembali sehat. Dia sendiri pun sempat terpapar virus Corona tidak lama setelah hari pernikahannya. Dan kini juga sudah sembuh.

"Alhamdulillah saat ini kabar suami sehat. Kami bertemu saat itu tanggal 20 Agustus 2021. Suami saya selesai isoman tanggal 11 Agustus 2021, tetapi saya terpapar COVID-19 juga dari tanggal 5 Agustus dan isoman sampai 19 Agustus 2021," jelasnya.

Di akhir wawancara, Diya menyebutkan tips bagi kamu yang terpaksa menggelar acara pernikahan virtual. "Tipsnya, siapkan hati untuk ikhlas dan kuat karena momen pernikahan itu kan tidak bisa diulang lagi. Jadi jika memang ingin melakukan pernikahan virtual harus memantapkan hati," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)