Kisah Pengantin di Klaten Terinfeksi Corona Terpaksa Nikah di Tempat Isolasi

Achmad Syauqi - wolipop Rabu, 28 Jul 2021 20:30 WIB
Pengantin Menikah di Tempat Isolasi COVID-19 Foto: Achmad Syauqi/Detikcom
Klaten -

Pernikahan pasangan pengantin M (18) dan A (20) warga Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah dilaksanakan di halaman lokasi isolasi terpusat kecamatan. Pernikahan dilakukan tidak di rumah mempelai karena calon pengantin wanita terpapar COVID-19 dan diisolasi.

"Syarat nikah kan harus diadakan swab antigen, saksi, wali dan mempelai laki-laki negatif tapi yang wanita positif. Meskipun kondisi sehat, tidak ada keluhan, cuma agak pilek dan diisolasi pun sehat," jelas Kades Tlogowatu, Suprat Widoyo pada detikcom, Rabu (28/7/2021).

Menurut kepala KUA Kecamatan Kemalang, Sugiyanto awalnya kedua mempelai sudah sepakat menunda pernikahan karena sang pengantin wanita positif. Tapi dari informasi gugus desa, ayah pengantin pria tiba-tiba drop karena khawatir pernikahan batal.

"Orangtua yang laki- laki drop kemudian gugus desa datang ke saya. Saya minta dikoordinasikan ke gugus kecamatan, kalau kecamatan menyatakan aman bisa saya laksanakan," ungkap Sugiyanto pada detikcom.

Menghindari terjadi hal fatal pada ayah mempelai pria, pernikahan tersebut akhirnya bisa digelar sesuai rencana. Pernikahan digelar dengan persetujuan kepala desa dan gugus tugas kecamatan dengan syarat protokol kesehatan dilaksanakan. Dan lokasi pernikahan itu pun bukan di rumah mempelai, melainkan di tempat pengantin wanita menjalani isolasi.

Dijelaskan Suprat, dalam pernikahan itu hanya wali dan mempelai laki-laki yang berdekatan. Pengantin wanita yang terinfeksi Corona menyaksikan dari kejauhan dengan jarak aman.

"Wali ada, saksi ada, mempelai putri juga ada tapi jauh jaraknya sehingga aman. Dilaksanakan wali dan saksi saja untuk menjaga pernikahan yang sudah direncanakan lima bulan agar tidak gagal," terang Suprat.

Koordinator gugus tugas COVID-19 Kecamatan Kemalang, Wuryanto menjelaskan acara pernikahan tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Tempatnya di halaman lokasi isolasi terpusat di Klaten.

"Tempatnya tidak di rumah tapi di lokasi isolasi terpusat. Setelah menikah pengantin pria pulang dan wanita masih diisolasi," jelas Wuryanto yang juga Kades Keputran saat dikonfirmasi detikcom.

Prosesi Pernikahan di Tempat Isolasi

Wuryanto menceritakan prosesi nikah seperti pada umumnya. Bedanya mempelai wanita tidak ada di lokasi ijab tapi berada di kejauhan.

"Prosesi kan hanya pria dan wali tapi tidak ada salaman. Setelah selesai pun tidak ada salaman dan bersentuhan, termasuk pengantin sehingga yang menyaksikan ikut terharu," lanjut Wuryanto.

Dijelaskan Sugiyanto, berdasarkan instruksi Dirjen bimas Islam nomor p.001/ 2021, pelayanan nikah bisa dilaksanakan dengan berkoordinasi gugus wilayah setempat. Dengan diktum itu artinya pernikahan pasangan yang salah satu mempelainya terinfeksi COVID-19 ini bisa tetap dilaksanakan.

"Dari instruksi itu ada pintu masuknya dan gugus kecamatan merekomendasikan. Tapi saya minta yang menyiapkan lay out lokasi itu gugus tugas COVID-19 Kecamatan dan dilaksanakan di depan lokasi isolasi terpusat," lanjut Sugiyanto.

Saat pernikahan, kata Sugiyanto, mempelai wanita juga hadir tapi di kejauhan. Dan saat penyerahan mas kawin diwakili oleh wali pengantin wanita.

"Sesuai permen 19/ 2020 mempelai wanita harus hadir di majelis, tadi hadir di kejauhan. Saat penyerahan mas kawin diwakili walinya, tidak ada salaman juga," sebut Sugiyanto.

Penandatanganan berkas, imbuh Sugiyanto juga dilakukan sesuai aturan. Namun untuk mempelai wanita penandatangan berkas tersebut ditunda.

"Penandatanganan administrasi oleh pengantin wanita ditunda tapi yang lain tetap tanda tangan. Untuk istri ditunda setelah isolasi selesai daripada tanda tangan tapi harus disemprot kertasnya," pungkas Sugiyanto.



Simak Video "Bukan Main! Bujang di Sumsel Nikahi Dua Gadis Sekaligus"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)