Miss Landscape 2019 Jadi Istri Siri Bos BUMN, Ini Dampaknya Pada Sang Anak

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 06 Apr 2021 16:32 WIB
Finalis Miss Landscape International 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra), datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan suami sirinya. Miss Landscape Indonesia Era Setyowati mengaku menikah siri dengan Bos BUMN dan kini anaknya ditelantarkan.Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Miss Landscape Indonesia 2019 Era Setyowati jadi atensi karena baru saja mengungkap pernikahan sirinya dengan seorang bos BUMN. Era juga mengaku anak dari pernikahan itu kini ditelantarkan sang bos BUMN.

Era Setyowati mengadukan permasalahan yang dialaminya itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat. Dalam laporannya Era menyebut anaknya ditelantarkan oleh pria berinisial M. Pria itu disebut sebagai komisaris di salah satu BUMN di Indonesia. M juga disebut sebagai Profesor Guru Besar Perguruan Negeri di Bandung.

Era Setyowati mengaku menikah secara siri dengan sang bos BUMN pada 2018 setelah saling mengenal melalui media sosial sejak 2016. Sebelum punya anak, hidup Era Setyawati ditanggung oleh Prof M. Wanita yang juga berprofesi sebagai model itu dibelikan apartemen dan dipenuhi kebutuhan hidupnya. Namun setelah melahirkan buah hati mereka, Prof M tidak lagi memberikan biaya apapun untuknya termasuk anaknya.

Menikah siri seperti yang dilakukan Era Setyowati dengan Prof M pada dasarnya memang lebih banyak merugikan wanita. Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag. M.Si. MA. Ph.D dari Komisioner Komnas Perempuan dan Ketua Subkom Pendidikan dan Alfath Hanifah Megawati, M.Psi., Psikolog Klinis Dewasa pernah menjelaskan kepada Wolipop mengenai dampak nikah siri pada anak.

Dampak Nikah Siri Pada Anak

1. Status Anak Nikah Siri

Seorang anak yang sah menurut undang-undang yaitu hasil dari perkawinan yang sah. Ini tercantum dalam UU No.1 tahun 1974 tentang Pernikahan. Dalam Pasal 42 Ayat 1 disebutkan anak yang sah adalah anak-anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah. Hal ini merujuk bahwa status anak memiliki hubungan darah dengan kedua orangtuanya.

Dalam beberapa kasus tentang hak anak hasil nikah siri terdapat kesusahan dalam pengurusan hak hukum seperti nafkah, warisan, maupun akta kelahiran. Status anak nikah siri ini tidak dicatat oleh negara maka dikatakan di luar nikah.

Finalis Miss Landscape International 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra), datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan suami sirinya.Finalis Miss Landscape International 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra), datang ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan suami sirinya. Foto: Rifkianto Nugroho

Namun secara agama, status anak dari hasil nikah siri mendapat hak sama dengan anak hasil perkawinan sah. Aturan ini memang tidak selaras dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam UU No.1 Tahun 1974 Pasal 43 Ayat 1 disebutkan anak yang dilahirkan di luar perkawinan sah hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. Sehingga risiko akibat ketidaktahuan wanita terhadap hukum yang berlaku di Indonesia ini menyebabkannya termasuk golongan yang merugi ketika memilih menikah siri.

"Ketika menikah siri, anak masih atas nama ibunya. Konsekuensinya, segala hal tentang kesejahteraan anak itu kan jadi ibu yang harus memenuhi. Sehingga jika ayah sirinya punya harta yang melimpah, dia meninggal mendadak, secara hukum anaknya tidak berhak mendapatkan warisan. Karena tidak tercatat secara hukum negara. Status karena hanya anaknya ibu," jelas Alimatul Qibtiyah kepada Wolipop.

2. Dampak Psikologis

Psikolog Alfath Hanifah Megawati atau biasa dipanggil Ega ini menyoroti dampak psikologis nikah siri pada anak. Efek psikologis nikah siri yang dilakukan orangtua ini bisa mempengaruhi perkembangan sang anak.

"Mendapatkan pergunjingan dari lingkungan sosialnya (terutama jika anak tinggal di kota besar - nikah siri lebih dapat diterima ketika seseorang tinggal tidak di perkotaan besar). Kondisi-kondisi ini tentu saja akan memengaruhi perkembangan anak dan kemampuan anak untuk melakukan penyesuaian di lingkungan sekitarnya," tegasnya kepada Wolipop.



Simak Video "Tren Mukena Anak 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)