Ini Aturan Menikah di Masa New Normal, Wajib Tahu Biar Nggak Kena Sanksi

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 24 Agu 2020 18:06 WIB
prewedding corona Ilustrasi foto aturan menikah di masa new normal. Foto: Dok. Instagram @emanzanganaphotography.
Jakarta -

Bagi kamu yang sudah mantap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dan akan menggelar akad di masa pandemi ini, sebaiknya memahami aturan menikah di masa new normal. Seperti apa aturannya?

Semakin meluasnya penyebaran COVID-19 membuat Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam mengeluarkan kebijakan terbaru terkait pelayanan nikah.

Kemenag pun menerbitkan Surat Edaran tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Nikah pada Masa Pandemi COVID-19 pada 10 Juni 2020. Tujuan diterbitkannya Surat Edaran tersebut adalah untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran wabah COVID-19 dan melindungi pegawai KUA Kecamatan serta masyarakat pada saat pelaksanaan tatanan normal baru pelayanan nikah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Berdasarkan Surat Edaran Peraturan Menteri Agama Nomor SE 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, berikut aturan menikah di masa new normal:

1. Layanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan sistem kerja yang telah ditetapkan.

2. Pendaftaran nikah dapat dilakukan secara online antara lain melalui website simkah.kemenag.go.id, telepon, e-mail atau secara langsung ke KUA Kecamatan.

3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2 dan/atau terkait proses pendaftaran nikah, pemeriksaan nikah dan pelaksanaan akad nikah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan.

4. Pelaksaan akad nikah dapat diselenggaralan di KUA atau di luar KUA.

5. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di rumah diikuti sebanyak-banyaknya 10 (sepuluh) orang.

6. Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di Masjid atau gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang.

7. KUA Kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak Catin, waktu dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

8. Dalam hal pelaksanaan akad nikah di luar KUA, Kepala KUA Kecamatan dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dan/atau aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

9. Dalam hal protokol kesehatan dan/atau ketentuan pada angka 5 dan angka 6 tidak dapat terpenuhi, penghulu wajib menolak pelayanan nikah disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan sebagaimana form terlampir.

10. Kepala KUA Kecamatan melakukan koordinasi tentang rencana peneraoan tatanan normal baru pelayanan nikah kepada Ketua Gugus Tugas Kecamatan.

11. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan pengendalian pelaksanaan tatanan normal baru pelayanan nikah di wilayahnya masing-masing.

Proses penyelenggaraan pernikahan mengalami perubahan di era new normal. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan guna mencegah penyebaran virus Corona.Proses penyelenggaraan pernikahan mengalami perubahan di era new normal. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan guna mencegah penyebaran virus Corona. Foto: Agung Mardika

Aturan Resepsi Pernikahan di Masa New Normal

Bagi kamu yang setelah akad nikah juga ingin menggelar resepsi, ketahui dulu aturan yang harus dijalankan. Aturan mengenai resepsi pernikahan ini berbeda-beda di setiap provinsi. Perbedaan ini termasuk denda atau sanksi yang diberlakukan jika pasangan pengantin ketahuan melanggar aturan menikah di era new normal.

Seperti kasus pasangan pengantin di Bandung, Jawa Barat yang menggelar resepsi pernikahan pada pekan lalu. Pasangan pengantin tersebut harus membayar denda Rp 500 ribu karena acara resepsi pernikahannya sangat ramai, lebih dari 30 orang, bahkan menggunakan musik.

Sedangkan di provinsi DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada pengelola gedung yang menyewakan tempat untuk resepsi, yaitu menutup gedung tersebut dan dikenakan denda Rp10.000.000. Sanksi tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang PSBB transisi.

Gubernur Anies Baswedan sendiri sudah mengeluarkan empat aturan resepsi di masa new normal. Berikut empat aturan tersebut:

Pemeriksaan Suhu

Pengantin wajib menyediakan orang untuk melakukan pemeriksaan suhu pada tamu undangan dan siapapun yang masuk ke area resepsi pernikahan.

Ruang Isolasi

Jika ada tamu yang terlihat dalam keadaan tidak sehat, pengantin harus menyediakan ruang isolasi untuk tamu tersebut.

Hand Sanitzer

Pengantin wajib menyediakan hand sanitizer di berbagai sudut area pernikahannya. Hand sanitizer ini khususnya harus ada di area pintu masuk dan pintu keluar area resepsi pernikahan.

Tidak Boleh Bersalaman

Gurbernur Anies Baswedan melarang pengantin yang menggelar resepsi di DKI Jakarta untuk bersalaman dengan para tamunya. Para tamu undangan serta keluarga yang hadir pun harus selalu menjaga jarak.

Bagaimana kamu sudah paham kan aturan menikah di era new normal? Semoga dapat membantu kamu ya para calon pengantin.

(gaf/eny)