Ahok dan Pergolakan Batin Sebelum Memutuskan Cerai dari Veronica Tan

Hestianingsih - wolipop Jumat, 03 Jul 2020 16:09 WIB
Sejumlah tokoh terus berdatangan ke pelantikan Presiden-Wakil Presiden. Dari Ahok hingga Mulan Jameela terlihat sangat semringah. Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ahok memutuskan bercerai setelah 21 tahun mengarungi bahtera rumah tangga dengan Veronica Tan. Pengajuan cerai diajukan pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini dari balik jeruji besi saat dia masih jadi tahanan di Mako Brimob pada 2018 lalu.

Keputusan itu tidak sekonyong-konyong diambil Ahok dalam satu atau dua hari saja. Pria 53 tahun ini sudah memikirkan secara matang setelah ia bertahun-tahun mencoba mempertahankan rumah tangga yang diwarnai perselingkuhan mantan istrinya, Veronica Tan, dengan seorang pria.

Ada alasan kuat kenapa Ahok bersikeras cerai ketika dia justru sedang dalam keadaan sangat terpuruk, masuk penjara sebagai terdakwa kasus penistaan agama. Tak siap menerima kenyataan bahwa mantan istrinya akan lebih bebas melenggang bersama kekasih gelapnya membuat Ahok mantap bercerai di tahanan.


"Masuk tahanan saya ngomong, 'Saya sakit sekali di dalam tahanan kalau kamu pergi berdua ke Singapura atau kemana-mana. Boleh nggak, stop?'" ujarnya ke Veronica Tan kala itu, seperti diungkapkan Ahok di channel YouTube Daniel Mananta Network.

Permintaan cerai Ahok ke Veronica Tan bukannya tanpa kontroversi. Begitu kabar ia menginginkan perpisahan tersebar, banyak pihak menentang keras keputusannya itu, terutama dari pihak perkumpulan pendeta.

"Semua pendeta marah sama saya secara logika," tuturnya.

"Kamu udah tanggung udah jadi saksi Tuhan, masuk ke penjara. Kenapa istri seperti ini kamu tidak menjalani saja? Kan kesaksianmu sebagai orang Kristen jadi sempurna," ujar Ahok menirukan ucapan pendeta kepadanya kala itu.


Ahok juga dituding telah mempermalukan istrinya dengan membawa permasalahan tersebut kepada pendeta. Saat itu memang banyak pihak yang menentang keputusannya tersebut.

"Ketika saya memanggil pendeta di dalam tahanan untuk mendamaikan ketegangan adanya 'good friend' ini, saya diserang dia maupun teman-teman gereja yang pro dia, atau pendeta yang pro," terang ayah tiga anak ini.

Sampai-sampai Ahok merasa bersalah dan mempertanyakan diri sendiri apakah keputusannya sudah benar-benar tepat atau justru keliru.

a


"Saya pun bergumul, 'Oh iya kok saya tega ya. Kenapa saya mesti bawa kasus ini ke pendeta?' Saya merasa bersalah," lanjutnya.

Pergumulan batin itu sempat membuat Ahok mengurungkan niatnya untuk bercerai. Namun pernyataan sang mantan istri yang akhirnya membulatkan tekadnya untuk mengambil keputusan sulit.

"Saya nggak berani cerai. Tetap nggak berani. Karena kalau cerai kan secara politik, segala macam hancur semua. Akhirnya kenapa masuk pengadilan segala macam, dia (Veronica Tan) cma kasih saya dua opsi. Cerai atau terima dia punya teman khusus. Saya katakan ini melanggar pasar yang lebih tinggi di atasnya. Makanya bagi saya harus cerai dengan segala risiko disalahpahamin orang, dianggap tidak jadi saksi Kristus," papar Ahok.



Simak Video "Gaya Santai Veronica Tan Nyoblos Bareng Anak-anaknya"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)