Hotel Sediakan Kamar 'Isolasi' Buat Suami-Istri yang Berantem karena Corona

Hestianingsih - wolipop Jumat, 15 Mei 2020 13:47 WIB
awkward couple, issues in family concept. sad woman on sofa feeling bad with her love partner. Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vichakorn
Tokyo -

Pemberlakuan lockdown dan karantina diri di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona membuat banyak pasangan menikah menjadi stres dan frustasi. Hal ini pun memicu suami-istri lebih sering berdebat dan bertengkar.

Isu rumah tangga sebagai salah satu dampak pandemi COVID-19 ternyata melahirkan ide bisnis bagi Kasoku, sebuah perusahaan penyedia layanan rental kamar di Jepang. Keisuke Arai, sang pengelola bisnis yang berbasis di Tokyo, kini menawarkan tempat 'liburan' bagi mereka yang ingin menikmati 'me time' dan butuh waktu sendirian tanpa kehadiran pasangan.

Dia menyewakan kamar-kamar kosong di hotel yang kini juga sepi pengunjung karena virus Corona. Penginapan tersebut diperuntukkan bagi pasangan yang kerap mengalami pertengkaran akibat terkungkung di rumah saja dalam waktu lama.


Jasa sewa kamar hotel untuk pasangan 'korban' virus Corona ternyata cukup diminati. Sejauh ini, Keisuke telah menerima lebih dari 140 pertanyaan terkait penginapan khusus tersebut.

Rata-rata penelepon adalah adalah wanita usia 30-40 tahun yang mencari tempat tenang dan sepi untuk kerja di luar kantor atau sekadar ingin menyendiri. Sampai tulisan ini dibuat, TBS News melaporkan sudah ada puluhan orang yang menyewa kamar.

Keisuke mengklaim bahwa layanan yang ditawarkannya ini bisa membantu mencegah terjadinya perceraian akibat virus Corona. 'Liburan' ini dinilai bisa jadi solusi bagi pasangan untuk introspeksi diri sebelum benar-benar memutuskan cerai.


"Kami ingin mencegah orang bercerai. Ide di balik rental ini agar pasangan menikah bisa punya waktu dan ruang sebanyak yang diperlukan untuk memikirkan kembali tentang hubungan mereka," tutur Keisuke.

Dia juga berharap rental kamar ini hanya menjadi 'tempat pengungsian' sementara, bukan sebagai solusi jangka panjang. Bagaimanapun juga masalah rumah tangga harus diselesaikan secepat mungkin dan bukan untuk dihindari serta dibiarkan berlarut-larut.

"Kami ingin orang-orang punya ruang untuk merefleksikan apa saja yang membuat hubungan mereka tidak berhasil," tambahnya.

Saat ini ada sekitar 500 kamar yang tersedia di hotel dan penginapan seantero Jepang. Tamu bisa sewa untuk satu hari hingga enam bulan. Harga sewa satu unit mulai dari Rp 500 ribuan sehari hingga Rp 12,5 jutaan untuk satu bulan.

Perusahaan rental ini juga menyediakan jasa konsultasi perceraian jika setelah merefleksikan diri di hotel, tamu tak juga menemukan solusi untuk mempertahankan pernikahannya. Jika ingin mendapatkan jasa konsultasi akan dikenakan biaya tambahan.



Simak Video "Intimate Wedding Jadi Tren Baru di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)