Viral Curhat Pilu Wanita di Malang Pernikahannya Hanya Bertahan 12 Hari

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 21 Jan 2020 14:08 WIB
Ilustrasi pasangan menikah bertengkar. Foto: Istock Ilustrasi pasangan menikah bertengkar. Foto: Istock


Sebulan sebelum hari pernikahannya, wanita ini mengaku terjadi sedikit pertengkaran dengan calon suami. Namun masalah tersebut bisa diatasi.

"Setelah masalah itu, satu hal baru yang aku tahu, marahnya dia waktu itu bahkan masih teringat sampai sekarang. Gimana nada tingginya dia, gimana telunjuknya nunjuk-nunjuk dan aku nggak nyangka kalau dia sampai berani dorong aku. Kaget. Setengah mati kaget," terangnya.

Tak hanya itu, ia juga tak sengaja menemukan percakapan calon suami dengan sang kakak ipar. Ternyata, pria itu memandang calon istrinya tak cukup baik.

Isi percakapan calon suaminya dan kakak ipar yang terkesan menjelekkannyaIsi percakapan calon suaminya dan kakak ipar yang terkesan menjelekkannya Foto: Twitter



Setiap hari menjelang hari pernikahannya, wanita ini mencoba bertahan dengan ketakutan dan tak berani menunjukkan kecemasannya kepada siapa pun. Hingga akhirnya hari pernikahan yang dinanti tiba. Semua berjalan dengan lancar saat pria yang dicintainya itu mengucap ijab-kabul.

"Semua ketakutan redam dengan kata "SAH". Aku mulai menghilangkan semua pikiran negatifku. Dia imamku hari ini, ini jalan yang kami pilih. Baik buruk sekarang milik kami dan terhitung hari ini aku akan melupakan semua keburukan yang terjadi sebelum hari ini," ungkapnya.



Pada hari keempat setelah pernikahan, wanita ini mulai merasa ada yang aneh, karena sang suami tak mengajaknya berbicara. "Sore dia ke rumah temannya dan pulang malam langsung tidur dan tidurnya seperti ngejauhin aku," curhatnya.

Curhat pilu wanita di Malang menikah singkat 12 hariCurhat pilu wanita di Malang menikah singkat 12 hari Foto: Twitter



Menjalani pernikahan bersama dengan suaminya cukup sulit karena ada hal-hal dari sikap sang suami yang dianggap janggal. Mulai perubahan sifat tak acuh sang suami hingga keluarga suami yang menganggapnya seolah tak ada.

"Aku peluk dia juga ga ada respon. Sampai di hari ke 8 aku kebangun tengah malam jam 1. Dan aku nggak nemuin dia di kamar. Aku keluar dan nemuin dia tidur di depan tv. Aku masuk kamar dan nangis sejadi-jadinya. Kecewa, sakit, ngerasa nggak pantes. Ngerasa nggak layak," ujarnya

"Apakah karena fisikku? Dari awal aku sudah bilang kamu siap dengan fisikku yang seperti ini? Im curvy. Dia bilang apa masalahnya? Dia menerima baik buruk dan segala tantangannya. Tapi sekarang jadi gini? Malam itu aku hancur," tambahnya

Selama pernikahannya itu, wanita ini pun mengaku tak diberi nafkah batin. Semakin hari perlakuan suaminya semakin parah. Ia telah masak makanan, tapi tak dimakan oleh sang suami. Selain itu, suaminya juga selalu pulang kerja jam 11 malam ke atas, dan tak pernah pamit saat pergi bekerja.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3