Doa Berumah Tangga dan Adabnya agar Terhindar Tragedi Layangan Putus

Erwin Dariyanto - wolipop Selasa, 05 Nov 2019 15:03 WIB
Doa berumah tangga. Foto: Dok. iStock Doa berumah tangga. Foto: Dok. iStock
Jakarta -
Sebuah tragedi rumah tangga dengan tagar 'layangan putus' viral di media sosial dalam dua hari ini. Rumah tangga yang dibangun bertahun-tahun bubar gegara sang suami menikah lagi tanpa sepengetahuan istri dan 4 anaknya. Sebenarnya ada tuntunan doa berumah tangga dan adab suami-istri bisa diamalkan.

Di dalam Islam pernikahan adalah hal yang sangat dimuliakan. Allah SWT dalam Al Quran Surat Ar Rum 21 berfirman:


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


Arab-Latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja'ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn.


Arti: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Dalam Hadist Riwayat Al Baihaqi, dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lain."

Dikutip dari nu.or.id, Mustaysar PBNU KH. Sya'roni dalam pengajian Tafsir Al-Qur'an di masjid Al-Aqsha Menara Kudus Rabu, 15 Juni 2016 mengajarkan sebuah doa yang bisa diamalkan dalam membina rumah tangga. Doa berumah tangga tersebut adalah doa Nabi Ibrahim.

Diriwayatkan setelah Nabi Ibrahim mengamalkan doa tersebut, kota Makkah yang awalnya tandus dan kering perlahan-lahan berubah menjadi subur dan bisa ditanami aneka buah-buahan.

Doa Nabi Ibrahim seperti tertuang dalam Surat Ibrahim ayat 37 berikut ini:


رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ


Lafal Arab: Rabbana inni askantu min dzurriyatii biwaadin ghoiri dzi zar'in 'inda baitikal harami, rabbana liyuqimush sholata faj'al if-idatam minannasI tahwii ilaihim warzuqhum minats tsamaraati la'allahum yasykuruun

Artiya: Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Selain membaca doa berumah tangga tentunya, pasangan suami istri harus berikhtiar agar rumah tangganya harmonis. Untuk itu dalam berumah tangga ada adab suami-istri yang mesti dijaga. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 442) seperti dikutip dari islam.nu.or.id menjelaskan tentang adab seorang suami terhadap istri sebagai berikut:

Selanjutnya
Halaman
1 2