Kasus Tiga Setia Gara, Ini yang Bikin Wanita Bertahan Pada Hubungan KDRT

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 16 Sep 2019 17:48 WIB
Tiga Setia Gara dan suami. Foto: Dok. Instagram Tiga Setia Gara dan suami. Foto: Dok. Instagram

Jakarta - Penyanyi dan penulis Tiga Setia Gara viral dengan curhatannya mengalami KDRT. Tiga Setia Gara yang tinggal di Amerika Serikat sampai meminta pertolongan pada netizen untuk diselamatkan dari suaminya yang sudah berkali-kali melakukan kekerasan padanya.

"Please, siapapun yang ngerti Amerika, please tolongin gua. Tolong bantu gua, tolong gua pengen keluar dari sini. Tadi 2 atau 3 polisi malah bawa James. Karena James itu manis ngomongnya, manis banget. Dia bisa bikin polisi percaya. Seharusnya polisi percaya sama gue. Gila, gue pincang, gue operasi, gue digebugin, gue ditonjok sebelumnya, tapi gua ga bilang. Sekarang ini waktunya. Udah satu tahun gue nahan. Gua pengin pulang ke Indonesia, tolong siapapun kalian yang tahu Embassy Indonesia," begitu kata Tiga Setia Gara sambil menangis. Dia mengunggah video curhatannya itu ke Instagram Story pada Senin (16/8/2019).

Setelah permintaan tolongnya ini viral, berbagai pihak pun menawarkan bantuan pada Tiga. Selain KJRI Chicago, selebriti Nikita Mirzani juga termasuk pihak yang ingin menolongnya. Melalui unggahan di Instagram Story, Nikita memperlihatkan tangkapan layar chat-nya dengan wanita yang dijuluki lady rocker itu.



Dari unggahan Nikita tersebut terungkap Tiga Setia Gara kini bingung. Di satu sisi dia sudah tidak tahan hidup dengan suami yang KDRT, namun di sisi lain dia enggan pulang karena malu pada keluarganya. Selain itu menurutnya sang suami juga sudah meminta maaf padanya.

"Tapi barusan dia bilang minta maaf krn akan berubah," tulisnya.

Membaca penuturan Tiga Setia itu tidak sedikit netizen yang bertanya-tanya, kenapa wanita yang pernah membintangi film Bukan Cinta Biasa itu bertahan pada pernikahan yang KDRT dan sepertinya mau memaafkan suaminya?

[Gambas:Instagram]


Kasus Tiga Setia Gara ini bukanlah kasus KDRT pertama yang menarik perhatian publik. Pada 2014 silam, kejadian serupa menimpa Janay Rice, istri dari bintang football AS Ray Rice. Sebuah video CCTV merekam kejadian Ray menonjok istrinya di lift. Begitu kerasnya pukulan, Janay sempat terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Meski merasa tersakiti, Janay memutuskan untuk tidak menuntut atau menggugat cerai suaminya. Ia memaklumi tindakan sang suami itu sebagai wujud ketidaksempurnaan manusia. "Semua orang pasti melakukan kesalahan," ujarnya.

Psikolog klinis di Harvard Medical School, Craig Malkin mencoba menelaah kenapa wanita cenderung bertahan pada hubungan KDRT. Menurutnya baik faktor psikolog maupun fisik, membatasi seseorang untuk meninggalkan hubungan yang menyiksa.

[Gambas:Instagram]



"Terkadang korban menyalahkan dirinya sendiri atas tindakan pasangannya. Mereka meyakini, KDRT tidak akan terjadi jika pendekatan yang dilakukan berbeda," katanya seperti dikutip Time.

Ia lalu menganalogikan hubungan yang menyiska ini seperti seorang yang kecanduan berjudi. Dikatakannya, korban fokus pada hal yang positif dan berharap sesuatu yang positif akan terjadi. "Mereka kencanduan momen intim dan penuh kasih sayang yang sebetulnya sulit diprediksi akan terjadi. Tapi mereka tetap berharap," ujar Craig.

Dari segi fisik, korban KDRT dibuat tidak berdaya oleh pelaku dengan membatasi akses segala aspek kebutuhan hidup mereka, seperti makanan, pekerjaan, hingga kehidupan sosial. Untuk bertahan hidup, korban tidak punya pilihan selain tetap menjalin hubungan dengan pasangannya yang menyiksa itu.

Leslie Morgan Steiner, seorang korban KDRT, sempat menceritakan pengalamannya di TED Talk. Penulis buku 'Crazy Love' ini mengatakan, tahap pertama dari sebuah KDRT adalah menggoda korbannya lalu mengontrol kehidupan mereka di segala aspek.

"Kenapa aku bertahan? Aku tidak menyadari dia sedang menyiksaku. Bahkan saat dia sedang mengarahkan pistol ke kepalaku, mendorongku hingga terguling di tangga... Aku tidak pernah merasa sebagai istri yang tersiksa. Sebaliknya, aku adalah seorang wanita tangguh yang jatuh cinta dengan seorang pria bermasalah. Dan hanya aku yang bisa menolongnya," cerita Leslie.

Ia menambahkan, keselamatan korban bisa terancam bila berniat meninggalkan hubungan karena tahap akhir dari pola KDRT adalah membunuh korban. Tercatat, 70% pembunuhan dalam kasus KDRT terjadi setelah korban meninggalkan hubungan yang tidak sehat itu.



Simak Video "Kenali Ciri-ciri Pasangan yang Berpotensi Melakukan KDRT "
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)