Duka Pengantin Baru Ditinggal Istri yang Jadi Korban Penembakan New Zealand

Hestianingsih - wolipop Selasa, 19 Mar 2019 05:33 WIB
Ansi Alibava jadi korban penembakan di masjid New Zealand. Foto: Dok. CNN Ansi Alibava jadi korban penembakan di masjid New Zealand. Foto: Dok. CNN
Christchurch - Abdul Nazer dan Ansi Alibava adalah pengantin baru yang baru menikah selama dua tahun. Berbekal uang pinjaman, keduanya bertolak dari India ke New Zealand.

Memiliki kehidupan yang lebih baik adalah cita-cita Abdul dan Ansi saat memutuskan pergi ke Negeri Kiwi tersebut. Ansi berniat melanjutkan pendidikan master di bidang manajemen agribisnis, sementara Abdul bekerja sebagai karyawan di supermarket untuk membantu tambah-tambah biaya pendidikan istrinya.

Dalam satu tahun, Ansi berhasil menyelesaikan sekolah dan mendapatkan gelar master. Ansi berharap bisa mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi dengan gelar master-nya sehingga mereka bisa hidup mapan di New Zealand, dan kembali ke kampung halamannya di Kerala, India, sebagai orang sukses.


Tapi nasib berkata lain. Jumat (15/3/2019) siang, mimpi yang telah mereka pupuk sekian lama kandas dalam sekejap. Wanita berusia 25 tahun yang baru meraih gelar master dan menjadi harapan keluarga itu harus pergi selama-lamanya.

Ansi menjadi satu dari 50 korban tewas penembakan dua masjid di Christchurch oleh teroris. Wanita berparas manis itu tertembak di masjid Al Noor, saat hendak beribadah bersama sang suami.
Duka Pengantin Baru Ditinggal Istri yang Jadi Korban Penembakan New ZealandAbdul Nazer dan Ansi Alibava. Foto: Dok. CNN

Kepada CNN, Abdul Nazer bercerita bahwa dia dan Ansi berada di dalam masjid saat peristiwa penembakan tersebut terjadi. Abdul berada di tempat khusus pria di sebelah kiri, sementara wanita di bagian kanan. Saat menunggu ibadah salat Jumat, suara tembakan pertama kemudian menggelegar.

"Tepat sebelum mulai salat Jumat, aku dengar sebuah tembakan dan aku pikir itu dari beberapa anak yang memecahkan balon di luar," kata pria 34 tahun ini.

Setelah itu terdengar berondongan tembakan yang dimuntahkan dari senjata berkekuatan tinggi. Sekitar 300 jamaah panik dan berlarian keluar. Abdul sendiri berhasil meloloskan diri lewat pintu darurat setelah kaca pintu dipecahkan.


Abdul bergegas lari ke rumah terdekat di sekitar masjid untuk menelepon polisi sebelum kembali ke masjid untuk mencari istrinya. Saat itulah dia melihat pemandangan paling memilukan. Di antara tubuh orang-orang yang berlumuran darah di luar masjid, ia melihat Ansi tergeletak tak berdaya di jalanan. Tubuhnya tak bergerak.

"Aku berlari ke arahnya dan kemudian seorang polisi menghentikanku dan menyuruhku pergi ke tempat lain," tuturnya.

Berselang 24 jam setelah penembakan, polisi mengonfirmasi bahwa Ansi menjadi salah satu korban meninggal. Kabar itu memupuskan harapannya yang sempat yakin bahwa sang istri tercinta baik-baik saja. Bahwa kabar kematiannya adalah sebuah kekeliruan dan Ansi masih dalam keadaan hidup dan dirawat di rumah sakit.
Duka Pengantin Baru Ditinggal Istri yang Jadi Korban Penembakan New ZealandAnsi Alibava jadi korban penembakan di masjid New Zealand. Foto: Dok. CNN

Namun akhirnya Abdul haru menerima kenyataan bahwa Ansi sudah pergi dan tak akan pernah kembali. Ansi, meninggal dunia hanya tiga minggu setelah ia menyelesaikan studinya. Ia berhasil lulus lebih cepat dari teman sekelas lain karena memanfaatkan liburan musim panasnya dengan pelajaran tambahan. Di mata teman-temannya, dia mahasiswi yang paling cemerlang.


"Profesor, semuanya menyayangi dia. Dia sangat pintar. Meskipun kurang suka mengerjakan tugas, tapi dia tetap bagus saat melakukannya," cerita Tali Ao, salah satu teman kuliahnya di Lincoln University.

Kini Abdul tidak yakin dengan hidupnya ke depan setelah ditinggal Ansi. Tapi satu hal yang diyakininya, dia akan tetap tinggal di Christhurch, di mana ia menghabiskan sebagian besar masa pernikahan dengan istri yang dikenalnya lewat perjodohan itu.

Rest in peace, Ansi Alibava. (hst/hst)