Liputan Khusus

Di Indonesia Sudah Bisa Bikin Perjanjian Pasca Nikah, Tapi...

- wolipop Jumat, 08 Mar 2013 18:03 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Kini banyak pasangan suami-istri yang tertarik membuat perjanjian setelah menikah karena dulunya belum mengenal pranikah. Di Indonesia perjanjian setelah menikah atau postnuptrial (post-nup) sudah bisa dibuat tapi ada hal yang harus dicamkan baik-baik.

Di negeri ini sudah bisa mengajukan perjanjian setelah menikah tapi prosesnya cukup rumit. Kebanyakan dari pasangan yang membuat post-nup untuk melindungi harta karena usaha mereka sudah cukup besar.

"Banyak sekali pasangan yang membuat usaha bersama dan itu bagus. Pasangan yang dulu belum kenal perjanjian pranikah, mereka bisa mengajukan ke pengadilan jadi sudah ada beberapa unit prudence yang menyetujui membuat perjanjian setelah menikah," ujar Ade Novita, S. H., selaku pengacara sekaligus pendiri situs pranikah kepada wolipop di Universitas Atma Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2013).

Pembuatan post-nup perlu melewati pengadilan sehingga dirasa cukup sulit. Meskipun bisa tidak melalui jalur sidang tapi hukumnya tidak sekuat bila di pengadilan. Dalam prosesnya, pasangan suami-istri akan dipanggil mengikuti sidang dan harus meyakinkan hakim apa alasan sesungguhnya ingin membuat post-nup.

Alasan tersebut harus disetujui baru bisa disahkan menjadi sebuah 'Akta'. "Misalnya mereka bilang, pekerjaan kami berisiko, suami saya mengurus ribuan tenaga kerja, kalau terjadi sesuatu kami tidak bisa melindungi sebagian harta, kemudian pengadilan akan menyetujui," papar wanita yang sudah 12 tahun menjadi pengacara itu.

Di Indonesia proses pembuatan post-nup memang cukup rumit. Namun di luar negeri prosesnya lebih mudah tidak harus melalui sidang karena perjanjian tersebut sudah diakui oleh hukum di negara mereka.



(aln/hst)