Liputan Khusus

Perjanjian Pranikah, Cegah Konflik Pernikahan Akibat Uang

- wolipop Jumat, 08 Mar 2013 11:34 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Lebih dari 88 persen orang (berdasarkan survei wolipop) tertarik membuat perjanjian pranikah atau prenuptial agreement. Memikirkan segala sesuatu dengan matang dan teliti memang penting dilakukan sebelum mengikat tali pernikahan. Manfaat yang didapat juga tak sedikit, terutama dari segi finansial.

Dengan membuat perjanjian pranikah, pasangan akan memiliki kemampuan pengelolaan uang yang baik. Karena umumnya dalam isi perjanjian sudah ditentukan pembagian hak dan kewajiban finansial mulai dari hal-hal kecil hingga besar. Mulai dari biaya pendidikan anak hingga pengaturan utang dan kepemilikan aset.

"Kalau bicara keuntungan, bisa banyak hal yang sifatnya finansial. Kalau misalnya ambil utang atau aset, semua bisa dinyatakan sebelum nikah. Gimana nanti perlakuan aset yang dimiliki, pendapatan atau utang mau dikelola seperti apa setelah nikah," jelas financial planner Reliza Arifiani Kodri, SE.Ak., MBA, CFP, saat berbincang dengan wolipop melalui telepon pada Rabu (6/03/2013).

Dalam perjanjian pranikah juga bisa diatur ketika salah satu pihak memiliki utang, apakah utang tersebut akan ditanggung bersama atau sendiri. Jika utang dan harta dipisahkan, hal ini akan memudahkan ketika setelah menikah nanti, tanpa diduga sang suami bangkrut dan terlilit utang. Maka aset atas nama istri masih bisa dilindungi agar tidak digunakan untuk melunasi utang.

"Misalnya utang, ada bisnis yang akan dilakukan atau dibuat oleh salah satu pasangan. Perlakuan utang (dalam perjanjian) bisa jadi perlindungan. Kalau nggak ada pre-nup, konsekuensi utang yang dimiliki baik pasangan atau sendiri akan jadi tanggungjawab berdua. Kalau berniat di masa depan ingin punya suatu usaha, utang besar, harus dipikirkan supaya nanti tidak ganggu personal," urai perencana keuangan independen di QM Financial yang biasa disapa Icha ini.

Selain itu perjanjian pranikah juga membantu Anda dan pasangan saling mengetahui keadaan keuangan masing-masing. Disadari atau tidak, banyak pasangan yang bercerai karena masalah finansial akibat tidak adanya keterbukaan soal harta dan aset pasangannya.

"Sebelum nikah, harus sama-sama tahu kondisi kesehatan keuangan masing-masing," tutur Icha. Hal ini sangat penting diketahui agar tidak terjadi terlalu banyak konflik ke depannya.

(hst/hst)