Liputan Khusus

Survei: 88,4% WanitaTertarik Membuat Perjanjian Pranikah

- wolipop Jumat, 08 Mar 2013 10:47 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Membuat perjanjian pranikah sudah bukan hal yang asing lagi. Kini di Indonesia pun sudah banyak pasangan yang membuat perjanjian tersebut.

Pada umumnya, perjanjian pranikah ini dilakukan untuk menjaga harta mereka. Akan tetapi kini tak hanya harta saja yang dianggap penting, melainkan hak dan kewajiban masing-masing pasangan yang bisa dituliskan dalam perjanjian itu. Bagimana dengan Anda? Apakah tertarik melakukan perjanjian pranikah dengan pasangan?

Kamis (7/03/2013), Wolipop melakukan survei secara online. Dari 173 responden yang turut serta, ternyata 88,4% Wanita tertarik untuk membuat perjanjian pranikah. Apa saja alasan mereka?

"Saya tertarik, karena perjanjian pranikah penting buat masa depan. Perjanjian lisan atas nama cinta aja nggak cukup menurut saya," ungkap Nana (bukan nama aslinya) kepada Wolipop melalui akun Twitter pribadinya.

Berbeda pula alasannya dengan Yossy (bukan nama sebenarnya). Ia tertarik membuat perjanjian tersebut demi untuk berjaga-jaga apabila sang suami sudah tidak bisa membina rumah tangga dengan baik lagi.

"Tertarik dong. Karena ditakutkan, pihak lelaki tidak bisa lagi membina rumah tangga dengan baik yang dapat merugikan pihak wanita baik secara fisik maupun psikis :)," jelasnya.

Meskipun membuat perjanjian pranikah banyak diminati pasangan, tapi tidak bagi 5,7% responden lainnya. Mengapa? Ada yang mengatakan bahwa pernikahan itu didasari niat untuk ibadah, jadi tak harus ada perjanjian.

"Kalau nikah itu kan niatnya ibadah. Kayaknya nggak usah pakai PPN (perjanjian pranikah) segala," ungkap salah satu repsonden.

Sedangkan bagi 5,7% partisipan sisanya mengaku ragu-ragu membuat perjanjian tersebut. "Hmm.. Pikir-pikir dulu aja deh," tutup Lisa (bukan nama sebenarnya).

(rma/aln)