Instagram akan Larang Remaja Pakai Beauty Filter, Bisa Cegah Insecure?
Filter kecantikan yang membuat wajah terlihat lebih mulus, hidung lebih kecil, atau fitur wajah tampak sempurna mungkin sudah biasa di media sosial. Namun, bagi remaja yang masih membentuk rasa percaya diri, terpapar penampakan wajah yang sudah 'diperbaiki' filter ternyata bisa membawa dampak serius.
Meta, perusahaan yang menaungi Instagram dan Facebook, kini sepakat membatasi penggunaan filter kecantikan tertentu untuk pengguna remaja. Kebijakan ini menjadi bagian dari perubahan besar yang dilakukan Meta setelah perusahaan menghadapi gugatan terkait dampak media sosial terhadap anak dan remaja.
Salah satu perubahan yang paling disorot adalah pembatasan beauty filter ekstrem, terutama yang mengubah wajah secara signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sera Lavelle, PhD, psikolog klinis di New York, mengatakan ia melihat dampak filter pengubah wajah pada pasien-pasien mudanya.
"Kita melihat semakin banyak orang yang terobsesi dengan kesempurnaan dan merasa sangat kesepian," ujarnya, seperti dilansir Allure.
Menurut Sera, tekanan untuk selalu terlihat sempurna bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan penampilan alaminya.
"Bahkan dalam praktik klinis kami sendiri, kami melihat ada orang yang tidak mau keluar rumah hanya karena ada satu noda atau jerawat di wajah," lanjutnya.
Suzanne Wallach, LMFT, pendiri SoCalL DBT, juga melihat adanya risiko serupa. Namun, ia menegaskan bahwa bukan berarti setiap remaja yang menggunakan filter akan mengalami masalah kesehatan mental.
"Saya tidak berpikir setiap remaja yang memakai filter akan mengalami masalah kesehatan mental. Namun, jika mereka terus-menerus terpapar, berpotensi membuat standar yang sebenarnya tidak mungkin dicapai secaara normal," jelasnya.
Bagi remaja yang rentan, kebiasaan tersebut bisa membuat mereka semakin tidak puas dengan tubuh dan penampilan sendiri. Mereka juga berisiko mengalami kecemasan soal wajah dan mulai merasa bahwa penampilan alami mereka tidak cukup cantik.
Masalahnya, aturan baru Meta masih belum benar-benar jelas. Perusahaan menyebut bahwa filter makeup ekstrem nantinya tidak lagi tersedia untuk remaja. Namun, filter yang hanya memberikan efek makeup atau membuat kulit terlihat lebih halus masih diperbolehkan.
Ada satu hal lain yang membuat kebijakan ini belum tentu bisa menyelesaikan masalah. Filter kecantikan tidak hanya tersedia di Instagram. Pengguna dari berbagai usia bisa mengedit foto atau video menggunakan aplikasi lain sebelum mengunggahnya ke Instagram.
Artinya, meski filter tertentu dibatasi di platform Meta, pengguna remaja tetap bisa melihat atau menggunakan hasil edit wajah dari tempat lain. Sera pun melihat kebijakan ini sebagai langkah awal yang baik, tetapi belum tentu cukup untuk mengatasi masalah yang lebih besar.
"Ini mungkin terdengar seperti langkah ke arah yang benar, tetapi saya bisa membayangkan hasilnya tidak akan sesukses yang mereka harapkan," katanya.
Membatasi filter mungkin bisa mengurangi paparan terhadap standar kecantikan yang tidak realistis. Namun, bagaimana remaja memandang wajah dan tubuh mereka juga dipengaruhi banyak hal lain di media sosial.
Jadi, apakah larangan beauty filter akan benar-benar membuat remaja lebih percaya diri dengan wajah alaminya?
(hst/hst)









































