3 Tuntunan Bercinta dalam Islam, Kalau Mau Mengulang Wudhu Dulu Ya

Rosmha Widiyani - wolipop Selasa, 18 Feb 2020 22:02 WIB
fantasi seksual Tuntunan bercinta dalam Islam (ilustrasi diambil Foto: iStock)
Jakarta -

Islam telah memberikan tuntunan umatnya dalam menjalani hidup, termasuk saat bercinta dengan pasangan. Bercinta sesuai tuntunan Al-Qur'an dan hadits akan berbuah kebaikan bagi pasangan suami dan istri.

Tuntunan bercinta dalam Islam ini ternyata tidak sulit diterapkan. Sebelum bercinta pastikan pasangan tidak dalam kondisi terpaksa, bersih, sehat, dan sama-sama berharap ridho dari Allah SWT.

Berikut ini tuntunan bercinta dalam Islam:

1. Baca doa sebelum bercinta

Pasangan sebaiknya membaca doa sebelum berhubungan intim sesuai tuntunan dari Nabi Muhammad SAW. Doa yang bertujuan mohon perlindungan dari Allah SWT tersebut dibacakan suami yang diamini istri.

وْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Artinya: "Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do'a: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], "Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami", kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya." (HR Muslim).

2. Wudhu jika hendak mengulang hubungan intim

Suami sangat disarankan berwudhu terlebih dulu jika hendak mengulang bercinta dengan pasangannya. Namun bagi suami yang merasa mampu mandi junub atau janabah sebelum kembali melakukan hubungan intim, maka hal tersebut bisa saja dilakukan.

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ, ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ بَيْنَهُمَا وُضُوءًا } رَوَاهُ مُسْلِم ٌ

Artinya: Seperti yang dinarasikan Abu Sa'id Al-Khudri, Rasulullah SAW mengatakan: "Jika suami melakukan hubungan intim dengan istrinya dan ingin mengulang, maka suami seharusnya bersuci terlebih dulu." (HR Muslim).

Bersuci atau ablution yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah wudhu sebelum suami kembali bercinta dengan istrinya. Dalam hadits yang lain diceritakan, Rasulullah SAW bercinta dengan para istrinya dengan satu kali mandi besar.

عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَطُوفُ عَلَى نِسَائِهِ بِغُسْلٍ وَاحِدٍ

Artinya: Anas menceritakan, "Rasulullah SAW melakukan hubungan seks dengan para istrinya hanya dengan sekali mandi." (HR Muslim).

3. Mandi besar atau junub setelah bercinta

Setelah bercinta, pasangan wajib mandi besar atau janabah terlebih dulu sebelum tidur dan melanjutkan aktivitas lainnya. Allah SWT telah mengingatkan pentingnya mandi junub usai bercinta dalam firmanNya surat An-Nisa ayat 43.

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqrabuṣ-ṣalāta wa antum sukārā ḥattā ta'lamụ mā taqụlụna wa lā junuban illā 'ābirī sabīlin ḥattā tagtasilụ, wa ing kuntum marḍā au 'alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum, innallāha kāna 'afuwwan gafụrā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Hadits kemudian menerangkan cara Nabi Muhammad SAW melakukan mandi besar usai melakukan hubungan seks dengan istrinya. Catatan hadist ini dikutip dari The book of Menstruation dari Muslim.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَغْتَسِلُ مِنْ إِنَاءٍ هُوَ الْفَرَقُ مِنَ الْجَنَابَةِ

Artinya: Aisyah melaporkan, "Rasulullah SAW mandi dengan air dari wadah air sebanyak tujuh hingga delapan kali siraman air karena hubungan seks." (HR Muslim).

Hadist serupa yang diriwayatkan Muslim juga menjelaskan cara Rasulullah SAW melakukan mandi janabah,

وَحَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ، وَعَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، كِلاَهُمَا عَنْ بِشْرِ بْنِ الْمُفَضَّلِ، - قَالَ أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا بِشْرٌ، - حَدَّثَنَا أَبُو رَيْحَانَةَ، عَنْ سَفِينَةَ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُغَسِّلُهُ الصَّاعُ مِنَ الْمَاءِ مِنَ الْجَنَابَةِ وَيُوَضِّؤُهُ الْمُدُّ

Artinya: Rasulullah SAW mandi dengan satu sa' air karena hubungan seks dan bersuci dengan satu mudd air. (HR Muslim).

Satu sa' setara 2,75 liter sedangkan satu mudd kira-kira sama dengan 0,544 liter air. Sa' dan mudd adalah ukuran banyaknya air yang digunakan masyarakat Arab dalam kehidupan sehari-hari.



Simak Video "Nurul si Pendongeng Cantik - Sunsilk Hijab Hunt 2019 Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)