Studi: Rata-rata Pria Tak Tahu Menahu Soal Organ Seks Pasangannya

Hestianingsih - wolipop Kamis, 22 Sep 2016 20:14 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pria dan wanita dewasa umumnya sama-sama mengerti tentang aktivitas seksual. Pria terutama, dilaporkan memikirkan seks lebih sering ketimbang wanita. Berdasarkan penelitian dari Ohio State University, Columbus, Ohio, pria memikirkan seks rata-rata sekitar 19 kali per hari. Sementara wanita membayangkan seks rata-rata 10 kali per hari.

Berkebalikan dengan hasrat mereka terhadap seks yang tinggi, pengetahuan para pria soal organ seks wanita justru minim. Sebuah penelitian yang diprakarsai Innovo, pusat pelatihan otot dasar panggul mengungkapkan empat dari 10 pria tidak mengerti permasalahan kesehatan organ seks pasangannya.

Ketidaktahuan ini memicu pria untuk merendahkan atau menjadikan masalah organ seks wanita sebagai bahan ejekan. Penelitian yang dilakukan untuk menandai National Pelvic Floor week ini menunjukkan, satu dari empat wanita pernah menjadi objek pelecehan atau lelucon oleh pria terkait masalah organ reproduksi mereka.

Bahkan seorang responden wanita mengatakan pasangan prianya percaya bahwa menstruasi hanya datang saat bulan purnama tiba. "Masalah kesehatan seksual memang bisa menjadi topik yang sulit didiskusikan. Mungkin kedengarannya lucu melihat para pria tidak tahu menahu soal tulang panggul tapi seharusnya ini topik yang harus dibicarakan dengan serius," jelas pakar fitnes dan kesehatan wanita Jane Wake, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jane melihat, pria dan wanita masih merasa malu untuk membicarakan kesehatan organ intim dengan lawan jenisnya, meskipun itu pasangan mereka sendiri. Padahal jika pria dan wanita lebih terbuka mendiskusikan masalah organ seks, pembicaraan tersebut tidak akan menjadi sesuatu yang tabu lagi.

"Orang-orang yang menderita masalah kesehatan seksual pun jadi merasa tidak sendiri lagi dan lebih didukung," tambahnya.

Studi juga menemukan hampir empat dari 10 pria merasa tidak nyaman mengobrol dengan wanita tentang kesehatan seksual. Akibatnya, lebih dari 30 persen pria mencoba menghindari percakapan tentang menstruasi, pemeriksaan kesehatan organ intim bahkan seks itu sendiri dengan pasangannya.

Lima belas persen pria juga mengaku akan menolak jika harus menemani pasangannya memeriksakan organ intim ke dokter, atau masalah yang berkaitan dengan kesehatan seksual. Padahal dukungan dari pasangan saat wanita mengalami masalah pada Miss V atau organ reproduksinya sangatlah penting untuk kesembuhan, jika memang benar-benar ada masalah yang serius.

Tak jarang ketidaktahuan pria ini memicu perdebatan atau pertengkaran. Bahkan 1 dari 20 pria mengatakan masalah tersebut menyebabkan perpecahan dalam hubungan mereka.

Setali tiga uang dengan pria, wanita pun umumnya enggan membicarakan masalah seksnya dengan pasangan. Sedikitnya tiga dari 10 wanita berharap bisa curhat kepada pasangan tentang masalah organ seksnya. Namun 19 persen wanita memilih untuk tidak membahasnya karena malu atau merasa pasangan tidak tahu apapun terkait hal tersebut. (hst/hst)