Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Memutuskan untuk Mencukur Rambut Kemaluan

Intan Kemala Sari - wolipop Jumat, 15 Jul 2016 10:55 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Salah satu cara yang dilakukan para wanita untuk menjaga kesehatan organ intimnya adalah dengan mencukur rambut kemaluannya. Bahkan tak jarang beberapa di antara mereka rela merogoh kocek lebih untuk melakukan waxing di klinik kecantikan. Namun ada pula yang tetap melakukannya secara manual dengan menggunakan pencukur rambut.

Jika Anda termasuk wanita yang kerap mencukur dengan pencukur rambut, ada baiknya perhatikan beberapa hal di bawah ini seperti dikutip dari Cosmopolitan. Apa saja?

1. Tidak Sharing Pisau Cukur
Ginekolog Alyssa Dweck menjelaskan bahwa jika Anda menggunakan pencukur rambut yang juga dipakai oleh orang lain dapat berpotensi terkena infeksi bakteri. Selain itu, mencukur rambut kemaluan hingga sangat tipis dan pendek juga bisa berrisiko membuat kulit lecet sehingga Anda harus berhati-hati dalam menggunakannya.

"Selain itu gunakan juga krim pencukur atau sabun karena bekerja sebagai 'pembatas' antara pencukur dan kulitmu," kata dr. Dweck.

2. Ganti Pisau Cukur Rutin
Area genital adalah bagain tubuh yang sangat sensitif sehingga ada baiknya sering-sering mengganti pisau cukur baru. Atau bila perlu, gunakan pisau cukur yang memang hanya digunakan untuk mencukur rambut kemaluan, bukan untuk mencukur kaki dan ketiak.

3. Cukur Searah dengan Tumbuhnya Rambut
Saat mencukur kaki, biasanya dimulai dari bagian bawah ke atas. Namun jangan lakukan hal tersebut ketika mencukur rambut pubis. "Saat mencukur rambut kemaluan searah dengan arah tumbuhnya, hal itu akan mengurangi iritasi kulit dan lecet pada miss V," lanjutnya lagi.

4. Saat Menstruasi
Sebaiknya tidak mencukur rambut kemaluan saat Anda tengah menstruasi atau mengalami PMS. Sebenarnya hal itu tidak berbahaya untuk dilakukan namun karena suasana hati ketika menstruasi lebih peka dan sensitif, mencukur rambut kemaluan agak terasa sakit.

5. Jika Rambut Kemaluan Sedikit
Dr. Dweck memaparkan, jika Anda memiliki rambut kemaluan yang sedikit, ada baiknya ketahui risiko yang bisa terjadi saat mencukur rambut pubis dengan teknik laser. "Mereka yang memiliki rambut kemaluan sedikit mungkin akan mengalami perubahan warna pigmentasi rambut kemaluan menjadi lebih gelap," tuturnya.

6. Cukur Rambut Kemaluan Pakai Gunting
Saat Anda mencukur rambut kemaluan menggunakan gunting, perhatikan pencahayaan di sekeliling agar tidak terluka saat mencukur. Dr. Dweck mengatakan, banyak orang yang terluka saat mencukur rambut kemaluan mereka karena tidak bisa melihat dengan jelas dikarenakan pencahayaan yang kurang dan sulitnya melihat kaca.

Apabila Anda terkena luka akibat pisau cukur, oleskan area intim dengan krim yang mengandung hidrokortison. Ia juga merekomendasikan untuk berendam dengan sabun di air hangat. (itn/itn)