Thrift Shop Kini Populer di Kalangan Gen Z, Ini Bedanya Dengan Pasar Loak

Lukita Wardani - wolipop Rabu, 03 Feb 2021 15:06 WIB
Turku, Finland September 27, 2019 The window of a second hand store. Ilustrasi thrift shop. Foto: istock
Jakarta -

Thrift shop kini populer di kalangan masyarakat khususnya kaum muda. Bahkan menurut data dari IBISWorld pendapatan untuk industri ini diperkirakan tumbuh 1,4% atau sekitar $10,3 miliar per tahun hingga awal 2020. Apa itu thrift shop? Apa perbedaan thrift shop dengan pasar loak?

Asal-usul Thrift Shop

Dihimpun dari berbagai sumber thrift shop adalah tempat penjualan barang bekas yang dijalankan oleh organisasi, komunitas atau seseorang yang hasil dari penjualannya akan digunakan untuk amal atau disumbangkan kepada orang yang kurang beruntung atau membutuhkan.

Menurut sejarawan Jennifer Le Zotte yang juga penulis dari buku berjudul From Goodwill to Grunge: A History of Secondhand Styles and Alternative Economies, kegiatan thrifting ini muncul sejak abad ke-19 karena beberapa alasan. Salah salah satunya diakibatkan karena adanya revolusi industri yang mengakibatkan harga pakaian sangat terjangkau sehingga masyarakat menganggap benda tersebut dapat digunakan hanya sekali lalu dibuang. Seiring dengan pertumbuhan populasi perkotaan ukuran ruang hidup semakin menyusut, hal tersebut menyebabkan benda-benda yang dapat dibuang sebaiknya digunakan kembali.

Turku, Finland September 27, 2019 The window of a second hand store.Thrift Shop. Foto: istock

Seiring berkembangnya zaman, dalam periode kemakmuran pasca perang, bisnis thrifting ini sangat berkembang pesat. Seperti dikutip dari inquirer, sebuah toko barang bekas bernama Salvation Army dan Goodwill menjual barang-barang tidak terpakai dari sumbangan orang-orang.

Kegiatatan thrifting dapat memberi ruang pakaian baru bagi orang-orang yang ingin mengganti sebagian pakaiannya dengan pakaian yang baru. Hingga pada abad ke-21, seiring dengan berkembangnya teknologi, pembeli tidak harus keluar rumah untuk membeli barang bekas, thrifting dapat dilakukan secara online melalui website thrift shop.

Sebuah laporan Industri dari IBISWorld mengungkapkan setelah krisis keuangan global pada 2008, ada peningkatan dalam perusahaan yang membuka toko barang bekas untuk mencari keuntungan karena orang-orang yang kekurangan uang mencari pilihan mode yang lebih terjangkau. Lagu Macklemore "Thrift Shop" yang menduduki puncak Billboard Hot 100 pada 2013 dipandang sebagai cerminan dari peningkatan thrift shop ini.

Situs ThredUp juga mengungkapkan tren thrift shop ini populer di kalangan milenial dan gen Z. 77% milenial dan gen z tertarik membeli baju yang bisa membantu menyelamatkan lingkungan. Dan kehadiran thrift shop mengakomodir kertertarikan mereka tersebut. Dengan membeli produk dari thrift shop artinya para gen Z dan milenial ini sudah ikut mengurangi sampah terkait fashion.

ilustrasi shopingilustrasi belanja. Foto: thinkstock

Beda Thrift Shop dengan Pasar Loak

Menjual barang bekas, thrift shop kerap dianggap sebagai pasar loak. Nyatanya seperti sudah dipaparkan di atas, thrift shop muncul dengan tujuan yang berbeda dari pasar loak.

Istilah pasar loak berasal dari French marché aux puces. Kata ini diterjemahkan sebagai "pasar kutu" dan merujuk pada barang dagangan bekas yang kemungkinan penuh kutu. Pasar loak adalah pasar tempat beberapa vendor berkumpul untuk menjual barang dagangan. Banyak pasar loak saat ini menawarkan barang baru dan bekas.

Sedangkan thrift shop barang-barangnya biasanya datang dari kalangan yang ingin menyumbangkan bajunya untuk dijual lagi yang hasilnya disumbangkan untuk kebaikan. Baju-baju yang didonasikan ataupun dijual lagi ini pada umumnya masih dalam kondisi layak pakai. Atas nama menyelamatkan lingkungan produk fashion yang masih bagus itu dijual atau didonasikan sehingga bisa digunakan lagi oleh orang lain.



Simak Video "TOP 5: Naif Bubar, Sapri Pantun Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)