Liputan Khusus Endorse Selebgram

6 Cara Agar Endorse Selebgram Tak Berakhir Jadi Drama

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 18 Jan 2021 17:00 WIB
Diego Christian yang mempunyai talent management Diego yang mempunyai manajemen endorse selebgram. Foto: Instagram @diego_christ.
Jakarta -

Jasa endorsement saat ini menjadi cara yang populer ketika ingin memperkenalkan suatu produk. Kamu bisa memilih selebriti Instagram (selebgram) yang memiliki jumlah pengikut yang banyak di akun media sosialnya atau artis Indonesia yang memang kerap wara-wiri di layar kaca. Akan tetapi tak sedikit pemilik online shop atau klien yang merasa tidak puas dengan pelayanan jasa endorsement.

Menanggapi banyaknya drama endorse selebgram, Wolipop berbincang dengan manajemen endorse selebgram Diego Christian Immanuel yang merupakan pendiri dari PT. Indiego Adhikari Bestari (Aru Palaka Management). Dia memberikan penjelasan bagaimana agar hubungan endorser dan brand atau online shop bisa bekerja sama dengan baik.

Berikut penjelasan Diego agar tak terjadi drama endorse selebgram:

1. Menjaga hubungan baik

Diego menuturkan jika selebgram yang berada di bawah naungannya harus mempunyai attitude atau sikap yang baik. Para selebgram ini menyadari pekerjaan mereka berdasarkan service base dan mendapatkan uang dari klien. Tetapi bukan berarti para selebgram harus mengagungkan klien. Pekerjaan dilakukan seprofesional dan sebaik mungkin. Intinya jagalah hubungan baik dengan klien secara profesional.

"Aku menjaga hubungan baik dengan klien dan talentnya juga. Nah, kadang-kadang aku melihatnya banyak manajemen-manajemen yang baru sekarang mungkin kurang dalam koordinasi. Karena dalam membuat manajemen, kita harus selaras," ujarnya kepada Wolipop.

2. Tidak sombong

Seorang selebgram atau manajemen yang menaungi selebgram sebaiknya juga jangan bersikap jumawa. Apalagi ketika merasa dirinya terkenal atau manajemen endorse selebgram itu mempunyai talent atau selebgram yang terkenal.

"Semuanya harus diperhatikan banget. Kadang-kadang mereka yang punya manajemen, yang merasa bahwa 'Lho kan gue selebgram. Lo harus ngikutin gue.' Jadi kayak dia merasa memegang selebgram ternama, jadi bisa semena-mena sama kliennya. Jadi sebenarnya kerja sama itu harus balance. Kita mendapatkan uang dari klien. Tapi kliennya harus menghormati juga kalau kita punya rules," kata pria lulusan S-1 Sastra Indonesia Universitas Indonesia itu.

"Nah, yang aku lihat sekarang adalah beberapa manajemen menganggap dirinya berada di atas. Mereka merasa punya artis (influencer top), kalau talent nggak mau ya, harus nggak mau," tambahnya lagi.

Diego Christian yang mempunyai talent managementDiego Christian yang mempunyai manajemen endorse selebgram. Foto: Instagram @diego_christ.

3. Mau mengakui kesalahan dan memperbaikinya

Diego selalu menekankan jika pihak selebgram atau manajemen endorse selebgram melakukan kesalahan, mereka harus berani mengakui kesalahannya. Hal ini penting dilakukan agar track record si selebgrama tau manajemen selebgram itu tidak buruk di mata klien.

"Nilai karakter yang itu bakal dibawa terus. Kalau misalnya menurut aku, worth of mouth strategy. Yang aku lihat dari drama endorse adalah dia salah tetapi dia tidak mau mengakui bahwa dia salah. Tapi dia tengil, nah itu yang aku tangkap," tuturnya.

Sementara itu kata Diego, brand atau pemilik online shop terkadang juga merasa karena sudah membayar, mereka pantas mengunggah drama endorse ini ke media sosial. Padahal seharusnya masalah tersebut bisa diselesaikan jika kedua belah pihak mau duduk bersama.

Diego menekan kan jika ada masalah dengan urusan endorse, online shop atau brand dan sang selebgram atau manajemennya harus menyelesaikannya secara baik-baik aja. "Masing-masing tidak boleh ada ego," ujar pria yang manajemen miliknya menaungi sejumlah influencer seperti Dwi Handayani, Tyna Kanna Mirdad, Caca Tengker itu.

4. Prioritaskan pelayanan yang baik

Diego menyebutkan seharusnya manajemen endorse selebgram, memperhatikan service base. Ketika memang ada masalah, pihak manajemen harus menelusuri apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana solusi dari hal tersebut.

"Yang aku lihat beberapa manajemen yang ada sekarang, ketika mereka dimarahin oleh onlineshop, eh malah membalas balik. Padahal mereka lupa tuh, karena ini bisa dimasukin screen record dan ke TikTok. That's why, aku selalu bilang sama talent dan teman-temanku sendiri, kalau berhubungan dengan klien, please jangan pakai kata-kata kasar," ungkapnya panjang lebar.

Diego Christian yang mempunyai talent managementDiego Christian yang mempunyai manajemen endorse selebgram. Foto: Instagram @diego_christ.

5. Menerima kritikan

Selain itu, menurut Diego ketika seorang selebgram atau manajemen endorse selebgram mendapatkan kritik atau aduan, terimalah dengan baik. Kritikan tersebut harus menjadi acuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

"Ketika mendapatkan kritikan anggap saja itu adalah saran yang membangun buat kita. Jadi kayak 'Kak, kemarin talent A dapat baju dari kita tapi kok gak disetrika ya?' Terus aku pasti balesin dan jadi perbaikan buat kitanya. Next akan disetrika setiap bajunya," ujarnya.

Diego menambahkan jangan menganggap kritikan itu sebagai permintaan klien yang terlalu banyak keinginan. "Jangan lah menganggap seperti itu, orang-orang yang punya manajemen endorse selebgram merasa di atas. Hanya karena dia berteman dengan artis dan juga bekerja bersama selebgram ternama. Kamu harus mengetahui bahwa selebgram itu come and go. Cobalah meninggalkan jejak perilaku yang baik aja," jelasnya.

6. Saling balance

Hubungan selebgram dan online shop menurut Diego merupakan simbiosis mutualisme, alias saling menguntungkan. Oleh karena itu kedua belah pihak harus saling menjaga sikap dengan baik.

"Ini kan saling balance aja, kita dapat uang dari klien tapi yang punya online shop juga tahu diri juga intinya harus sama-sama balance," katanya.

Pria yang dulu pernah bekerja sebegai unit talent di salah satu televisi swasta itu menambahkan dirinya tak mau merekrut talent yang hanya berdasarkan sensasi. Karena biasanya talent tersebut tidak akan bertahan lama kepopulerannya.

"Nah, that's why di Arupalaka ini kita melihat bahwa aku nggak mau megang artis yang sensasi. Aku lebih memilih memegang talent yang punya karya, baik dan yang kayak gitu biasanya akan longlast. Dan punya karakter baik itu diajak kerja sama juga enak, dikasih tahu pun mau menerima. Artis atau selebgram yang base on sensasi itu, biasanya rewel, nggak mau posting story dan moody-an. Sementara aku yang sudah punya manajemen itu kan punya perusahaan yang harus menggaji karyawannya,"pungkasnya.

Sesuai saran Diego, jadi buat kamu yang ingin menggunakan jasa selebgram agar tak terjadi drama harus benar-benar memperhatikan karakter dan juga track record sang selebgram ya.

(gaf/eny)