Liputan Khusus Endorse Selebgram

Ketika Jasa Endorse Selebgram Berakhir Drama, Promosi Tak Sesuai Ekspektasi

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 16 Jan 2021 14:14 WIB
Kim Kardashian Drama endorse selebgram. Foto: Getty Images/iStockphoto/bunditinay
Jakarta -

Jasa endorse selebriti Instagram (selebgram) dipilih para pelaku usaha online untuk promosi atau mengenalkan brand atau produknya. Harapannya dengan menjadikan selebgram sebagai endorser, para pengikut selebgram tersebut bisa mengetahui dan membeli produknya.

Jasa endorse selebgram ini sudah sejak lama digunakan dan semakin marak di masa pandemi ini. Berbagai jenis barang dipromosikan oleh selebgram yang menjadi endorser mulai dari pakaian, obat diet, skincare, gadget, makanan dan masih banyak lagi.

Begitu maraknya penggunaan selebgram sebagai endorser hal ini ternyata mendatangkan sejumlah masalah. Baik dari sisi online shop itu sendiri yang menggunakan selebgram untuk mempromosikan produknya hingga keluh-kesah dari sang influencer itu sendiri.

Beberapa waktu belakangan ini pun kerap muncul drama endorse di media sosial, karena tidak puas dengan jasa yang diberikan selebgram. Salah satu drama endorse ini disampaikan pemilik onlineshop Evalindha Wijaya @sleepwear_id, yang menjual aneka motif baju tidur. Wanita yang mengaku sudah terbiasa memakai jasa endorse selebgram mengungkapkan sering mengalami kejadian yang tidak sesuai dengan harapannya saat menggunakan influencer sebagai endorser.

"Kebanyakan sih zonk dibagian janjian posting sih. Misal janjinya akan diposting maksimal 1-2 minggu setelah barang diterima, eh malahan ini diposting setelah sudah berbulan-bulan. Itu pun dikejar-kejar dulu, padahal kita juga bayar fee kan, bukan gratis," ujar Eva saat berbincang dengan Wolipop Rabu (13/1/2021).

Curhatan soal endorse selebgram juga disampaikan Juwita Larasati yang baru membangun onlineshop @rubyandme.outfit. Agar produknya lebih dikenal dan pengikut Instagram online shop miliknya bertambah, dia menggunakan jasa selebgram sebagai endorser. Namun ketika sudah diposting tak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

"Aku kan baru mulai merintis onlineshop, niatnya aku mau ambil pasar perempuan berhijab. Nah yang harganya nggak mahal biasanya selebgram daerah kan. Eh dia malah minta baju yang dia pilih sendiri di Instagram, di luar yang kita kasih pilihan ke dia. Terus pas udah di posting, fotonya kaya nggak niat gitu. Beda sama foto-foto endorsan dia yang lain" jelas Juwita sambil menghela nafas panjang.

Drama soal endorse ini rupanya bukan hanya dialami oleh para pemilik online shop. Selebgram itu sendiri juga mengungkapkan drama versi mereka. Influencer bernama Hanidah Zaki pernah mengalami dipaksa mengunggah suatu produk ke akun Instagramnya, padahal tak sesuai karakternya.

"Pernah ada yang mau endorse maksa tapi produknya nggak sesuai sama karakter aku. Jadi mau bikin postingan juga bingung foto dan ada juga yang captionnya sudah dijelasin tetap maksa," jelasnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Prilia Nur Afrida (Prili). Selebgram yang mempunyai lebih dari 80 ribu pengikut di Instagram itu pernah diminta untuk mempromosikan barang dengan kata-kata yang menurutnya tak sesuai dengan produk tersebut.

"Tahun lalu ada beberapa onlineshop, bajunya bilangnya bajunya bahannya adem dan enak dipakainya. Tapi ternyata tidak sesuai, tapi aku siasatinya dengan mengalihkan dengan menjelaskan model atau motifnya yang lucu," ucapnya yang tak ingin mengecewakan onlineshop tersebut.

Bagaimana cerita lengkap para pemilik online shop dan selebgram ini soal drama endorse? Simak terus Liputan Khusus Wolipo: Drama Endorse Selebgram.



Simak Video "Tasya Farasya Trending Usai Sindir Selebgram Endorse Barang Palsu"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)