Nggak Bisa Liburan, Ini Cara Orang Kaya Menghibur Diri Selama Pandemi

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 05 Sep 2020 10:02 WIB
Sad woman with laptop and bank card Foto: Thinkstock
Jakarta -

Selama pandemi Corona tidak disarankan untuk mengadakan acara apalagi pergi ke tempat liburan. Merasa bosan dan terkekang, orang-orang kaya pun menggunakan uang liburan untuk hal lain yang bisa menghibur sementara. Laporan pun menyebutkan jika banyak orang beralih membeli barang-barang branded sebagai gantinya.

Banyak pemilik bisnis yang mengalami kerugian karena ditutupnya toko dan pusat hiburan selama COVID-19. Tapi tampaknya para pengusaha barang mewah mulai mendapatkan kembali kehilangan mereka. Dilaporkan Business Insider bahwa semakin banyak orang membeli item branded sebagai pengganti liburan. Bukan hanya terkait fashion, produk-produk rumah hingga tekstil mengalami kenaikan penjualan.

Department store Macy belakangan mendapati kenaikan untuk produk parfum, baju olahraga, baju tidur, hingga perlengkapan rumah. Para pembelanja pun tak ragu untuk memilih barang-barang dari brand-brand mahal. Sedangkan di Bloomingdale, banyak wanita mencari tas dan sepatu desainer juga perhiasan. Hal ini bahkan mengejutkan toko yang memprediksi jika penjualan akan jatuh karena ekonomi tidak stabil.

"Para pelanggan punya banyak waktu luang. Mereka tidak bisa bepergian. Mereka sudah mengatur budget untuk liburan dan mereka ingin menghadiahi diri sendiri," kata CEO Jeff Gennette.

Meski begitu sayangnya kenaikan penjualan barang branded ini tidak selalu bisa menolong sejumlah toko dan department store dari kebangkrutan. Diketahui bahwa Neiman Marcus dan Lord & Taylor mengalami kesulitan untuk bertahan dan mulai menutup beberapa tokonya. Pandemi Corona pun mengubah masa depan industri retail yang kini lebih banyak mengutamakan penjualan online dari pada toko.

"Semua orang sedang mencari cara untuk menciptakan format eksperiental paling positif. Hingga hari ini, pengalaman (belanja) di toko masih ditakutkan orang-orang," kata Simoen Siegel selaku managing director BMO Capital Markets.

(ami/ami)