Patut Dicoba, Metode 'Shopping Diet' untuk Anda yang Suka Belanja Emosional

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 19 Jan 2018 13:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tak lagi boros belanja mungkin jadi resolusi Anda di tahun 2018. Jika ragu bisa sukses menghemat, mungkin Anda perlu melakukan 'shopping diet'. Selayaknya diet pola makan, diet ini mengharuskan Anda membatasi belanja namun bukan tidak melakukannya sama sekali. Seorang wanita mengungkap pengalamannya mencoba diet shopping dan mengaku mendapat sejumlah penemuan menarik dalam hidup.

Dr Nikki Goldstein menceritakan usahanya untuk tidak lagi mengeluarkan terlalu banyak uang untuk busana, makeup, atau perabotan. Sexoligst asal Australia itu pun melakukan diet shopping sejak awal tahun ini dan membagi metode tersebut untuk wanita lainnya. Cara ini patut dicoba untuk Anda yang suka belanja karena emosi bukan benar-benar membutuhkan.

"Aku selalu jadi pembelanja emosional tapi aku merasa sudah kelewat kontrol beberapa waktu ini. Kapanpun aku di kota, aku akan menghabiskan satu jam atau lebih di toko-toko. Aku juga menghabiskan malam dengan browsing website online seperti The Iconic. Tapi aku benar-benar tidak butuh sesuatu yang baru," kata Nikki kepada Dailymail.

Nikki pun menemukan jika lemarinya penuh dengan baju dan barang-barang yang sebenarnya tak semua dibutuhkan. Untuk itu, ia berusaha melakukan diet shopping untuk lebih fokus pada hal-hal non materil. Nikki pun ingin menemukan kembali keseimbangan dalam kehidupannya.

"Dengan melakukan diet ini, aku ingin menemukan waktu untuk fokus pada hal-hal non-material dalam hidupku dan memberi diriku sendiri ruang dari kelebihan dan kekurangan belanja," ungkap Nikki.

Yang Nikki lakukan dengan diet shopping ini adalah tidak membeli baju dan hal-hal lain selain produk kecantikan yang benar-benar dibutuhkan. Namun ia masih boleh membeli kado untuk orang lain atau perlengkapan kerja tapi dengan satu syarat.

"Aku bisa beli kado untuk orang lain tapi jika hanya satu baju terjual, lalu aku bisa menggunakan uangnya untuk belanja. Jika sesuatu dibutuhkan untuk pekerjaanku, seperti mikrofon atau alat elektronik atau tinta untuk printer, aku bisa beli juga," tuturnya.

Selama menjalani diet shopping ini, Nikki mengungkap pelajaran-pelajaran hidup yang ditemukannya. "Aku merasa beban telah diangkat dari pundak. Aku tahu ketika aku pergi ke kota besok untuk meeting aku tidak akan belanja. Hasilnya aku lebih fokus pada siapa yang akan temui dan apa yang akan aku lakukan," ungkap Nikki.

"Di era Instagram ini, kita terus saja dipaparkan dengan ide untuk menginginkan sesuatu karena kita tidak cukup baik. Kita sering melihat kesenangan sebagai sesuatu yang datang dari obyek dan pendekatan itu berbahaya karena obyek material tidak akan mengubah perasaan kita," katanya lagi. (ami/ami)