Uniknya Tenun Flores, Dikerjakan Selama 9 Bulan dan Dijual Hingga Rp 80 Juta

Marrectha Backthianie - wolipop Kamis, 20 Feb 2014 12:46 WIB
Foto: Marrectha Backthianie Foto: Marrectha Backthianie

Jakarta - Pameran Adiwastra Nusantara kembali digelar untuk yang ke-9 kalinya di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat. Pameran kerajinan dan kain tradisional ini menampilkan sedikitnya 400 produk serta brand lokal yang terdiri dari instansi pemerintah, pengrajin, produsen, UKM, pengusaha wastra Nusantara, Asosiasi Sutera Indonesia (ASI), seniman, kolektor hingga pengusaha perhiasan. Salah satu booth yang cukup menarik perhatian adalah Sentra Tenun Ikat Lepo Lorum (STILL) yang menjual kain tenun asal Flores.

Dari pengamatan Wolipop pada Rabu (19/2/2014), STILL termasuk booth yang banyak diburu para pengunjung Adiwastra Nusantara. STILL menawarkan kain Flores dengan kualitas tenun terbaik dan proses pembuatan secara natural yang menggunakan pewarna pakaian alami.

Terdapat sekitar 500 jenis tenun dengan berbagai corak yang dipamerkan. Koleksi tenun merupakan hasil kerajinan para penenun asal Flores. Proses pembuatannya pun tidak sembarangan, harus dilakukan ritual tradisi adat Flores terlebih dahulu sebelum proses pembuatan tenun dilakukan.

Proses pembuatan tenun dari STILL harus melalui 45 tahap yang dibagi menjadi empat proses secara garis besar. Mulai dari persiapan kapas menjadi benang, pembuatan desain motif, pewarnaan dan terakhir adalah proses tenun. Proses pembuatan satu tenun bisa menghabiskan waktu paling cepat sembilan bulan.

Yang membedakan tenun STILL dengan tenun lainnya adalah proses yang alami serta pengerjaannya dilakukan dengan tangan atau ATBM (alat tenun bukan mesin), bukan hasil dari print foto. Benang yang digunakan pun berasal dari alam seperti campuran kapas dengan pandan, serta bahan-bahan alami lainnya. Oleh karena itu harga yang ditawarkan terbilang tinggi mulai Rp 7 juta hingga Rp 80 juta.

Salah satu tenun yang menjadi favorit adalah tenun produksi Kabupaten Sikka. Desain yang klasik membuat tenun ini memiliki harga jual yang tinggi berkisar Rp 25 juta sampai Rp 80 juta. Selain desain yang klasik, tenun Sikka juga memiliki motif dan pilihan warna yang beragam. Bahan tenun pun lebih halus sehingga nyaman saat digunakan.

Pemasaran STILL tidak hanya di dalam negeri tapi sudah mencapai mancanegara. Ada sekitar 30 negara yang sudah bekerjasama dengan STILL diantaranya Italia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman dan Kanada. Sementara pemasaran di dalam negeri masih menggunakan jasa pengiriman barang karena STILL tidak membuka toko khusus dalam menjual tenun buatannya.

"Kami menjual tenun ini bukan untuk dikomersilkan tapi untuk lebih memperkenalkan budaya kami pada banyak orang dan dunia. Selain itu untuk memberikan pengetahuan dan melestarikan warisan budaya tenun yang hanya dimiliki oleh Indonesia. Hasil penjualan tenun pun kami gunakan untuk kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka, Ende dan Flores Timur," ujar Alfonsa, Direktur Sentra Tenun Ikat Lepo Lorun saat berbincang dengan Wolipop.

STILL juga sering diminta untuk melakukan kerjasama dengan desainer-desainer mancanegara. Pembeli tenun STILL sendiri bukan hanya kalangan masyarakat tapi juga para pejabat dan kolektor pencinta kain tenun.

(hst/hst)