Sabtu, 18/08/2018 13:04 WIB

Iklan 'Rok di Atas' Jadi Viral, Ini Tanggapan Pihak Rabbani

Silmia Putri - wolipop
Iklan Rok di Atas Jadi Viral, Ini Tanggapan Pihak Rabbani Foto: Twitter/@saeval
Jakarta - Sebuah papan iklan (billboard) di kawasan Pasteur, Bandung jadi viral di media sosial beberapa waktu terakhir ini. Pada billlboard iklan kerudung merek Rabbani itu, tertulis kata-kata yang mencuri perhatian.

'Anak Jaman Now. Rok Makin Di atas, Prestasi Makin Di Bawah. Jangan Sampe!'

Baca Juga: Dihujat Netizen, Rabbani Ungkap Alasan Beri Kerudung Gratis ke Rina Nose



Salah satu cuitan di Twitter yang ramai membicarakan iklan ini berasal dari akun bernama Elisa Valenta. Ia menilai copywriter iklan tersebut berhak mendapatkan penghargaan 'the most stupid copywriter of the year'. Cuitan tersebut telah mendapatkan 1.377 retweet dan hampir 500 likes.

Dihubungi Wolipop, General Manager Marketing Rabbani, Ridwanul Karim justru mengaku kaget iklan itu viral. Ia dan tim bahkan baru tahu kalau baliho itu banyak dibicarakan orang-orang.

"Sejujurnya saya baru tahu bahwa itu ramai di media sosial. Maklum saya jarang cek social media beberapa bulan ini," tutur Ridwan kepada Wolipop via telepon.

Ridwan pun menghaturkan permohonan maaf bila billboard tersebut menjadi perdebatan hingga berujung saling menyalahkan. Ia merasa wajar terjadi pro kontra, karena penafsiran orang pasti berbeda-beda.

"Tujuan kita membuat billboard tersebut sebenarnya untuk reminder saja, bahan renungan kita bersama sebagai anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketimuran yang sudah mulai surut dengan budaya modern sekarang," terang Ridwan.

Baca Juga: Rabbani Terima Risiko Dihujat Netizen karena Beri Rina Nose Kerudung Gratis



Ia pun menegaskan iklan tersebut tidak ditujukan untuk golongan tertentu. Justru ia merasa jika dilihat dengan detail, orang-orang seharusnya tidak marah tapi tertawa. Maksud kata-kata 'rok di atas' bukan mengarah pada rok mini, melainkan rok di kepala artinya kerudung.

"Rok dipakai 'di atas' maksudnya adalah di kepala. Ini dikuatkan dengan visual gambar yang pakai rok di atas kepala. Bisa dicek kembali gambar billboard di sana memperlihatkan model yang pakai rok untuk dijadikan penutup kepala," tandasnya.

Menurut Ridwan, setelah billboard itu dipasang beberapa bulan yang lalu tidak ada pengaruh negatif pada penjualan. Hingga kini, penjualan tetap baik dan tidak ada penurunan yang signifikan. Ia merasa hingga kini produknya masih dipercaya oleh pecinta busana muslim.

Mengikuti viralnya billboard ini, beberapa banner promo Rabbani yang lain pun ikut tersebar. Terdapat kata-kata provokatif pada banner tersebut seperti 'Mandi Basah' yang artinya 'Makin Narsis di Rabbani Serba Murah'. Ada pula promo peringatan terhadap 'kerudung KW' yang dianggap bisa membuat ibadah tidak berkah.



Ridwan mengaku banner tersebut sudah lama dikeluarkan, ada yang tahun 2011 hingga tahun 2015. Namun, menurutnya kata-kata kontroversial tersebut sah-sah saja digunakan selama isi promonya positif.

"Betul seperti itu menurut pandangan kami. Insha Allah kita berbuat yang terbaik," tutupnya. (dtg/dtg)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com