Rabu, 08/08/2018 14:37 WIB

Tren Beli Botol Parfum Kosong Brand High-End demi Foto 'Mewah' di Instagram

Hestianingsih - wolipop
Tren Beli Botol Parfum Kosong Brand High-End demi Foto Mewah di Instagram Ilustrasi shelfie. Foto: Dok. Design by Aikonik
Jakarta - Punya botol parfum kosong dari brand ternama seperti Chanel atau Jo Malone? Jangan langsung dibuang ke tong sampah. Kamu mungkin bisa menjual lagi botol-botol kosong itu dengan harga yang cukup lumayan.

Penjualan botol kosong bekas produk high-end kini jadi incaran di situs eBay. Pembelinya, kebanyakan blogger atau selebgram yang ingin 'pamer' koleksi barang high-end mereka di Instagram.

Seperti dilansir Daily Mail, muncul tren baru dalam dunia belanja online, orang-orang menjual botol parfum atau wadah produk kecantikan lainnya sebagai properti foto 'shelfie'. Shelfie, merupakan istilah yang digunakan ketika pengguna Instagram mem-posting foto rak atau lemari berisi barang-barang favoritnya.
Foto: Dok. Design by Aikonik

Demi estetika foto, maka botol-botol cantik dari brand ternama pun diperlukan. Isinya belum tentu produk asli dari botol tersebut. Bisa jadi botolnya kosong, atau diisi produk lain.

Meskipun hanya botol kosong, harga yang dipatok tak juga bisa dibilang murah. Satu kotak kemasan eau de toilette Chanel Coco Mademoiselle misalnya, dijual di eBay dengan harga 19.95 poundsterling atau sekitar Rp 373 ribu.

Adapun botol bekas cologne Jo Malone ukuran 30 ml, dijual 5.99 poundsterling atau Rp 112 ribuan. Botol bekas produk sabun pencuci tangan Aesop juga jadi salah satu yang cukup laris. Botol Aesop Reverence Aromatique Hand Wash ukuran 500 ml dibuka dengan harga 5.19 poundsterling atau Rp 57 ribuan.

Baca Juga: Selfie di Instagram Terlalu Mainstream, Kini Hadir Tren Shelfie

Ada hal menarik dalam penulisan nama produk botol-botol kosong yang ditawarkan. Penjualnya biasanya menuliskan nama produk dengan 'Instagram Blogger Props', 'Blogger Instagram Prop Flatlay' atau 'Blogger Prop Styling'.

Apakah ini sebuah langkah 'putus asa' para blogger untuk selalu terkesan glamor dan memiliki barang-barang mahal? Bagi sebagian orang mungkin iya, tapi jika ditilik lebih dalam, taktik jual-beli botol atau kemasan bekas sebenarnya merupakan langkah yang ramah lingkungan.

Botol-botol kosong itu tidak harus menumpuk di tempat pembuangan sampah. Penumpukan sampah pun bisa berkurang secara signifikan, melihat adanya peningkatan pengguna eBay yang menjual botol bekas untuk para blogger.

Tren ini juga bisa membantu orang mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual botol bekas pakai mereka. Bahkan, pembeli yang hanya membutuhkan botol untuk keperluan foto, bisa menjualnya kembali setelah foto di-posting.

Fenomena jual-beli botol bekas ini tidak terlepas dari berkembangnya tren 'shelfie' yang telah disebutkan sebelumnya di atas. Para pengguna Instagram khususnya selebgram, kini hobi memamerkan produk-produk kecantikan yang mereka miliki di dalam lemari atau rak. Bahkan ada pula yang menyusun barang-barang mereka dengan palet warna yang senada.
Foto: Dok. Harper's Bazaar

Jadi ketimbang membeli berbagai produk high-end yang bisa menguras kantong hingga berjuta-juta rupiah, para pengguna Instagram, blogger atau selebgram memilih membeli botol kosong yang harganya tentu lebih murah.

"Tren di Instagram dan blog untuk pamer shelfie memang kini ada momentumnya, dan masuk akal jika blogger ingin memunculkan kesan estetis (pada lemarinya) dengan menggunakan kemasan produk kosong," komentar Lee Pycroft, seorang makeup artist dan terapis, seperti dikutip dari Daily Mail.

Menurut Lee, cara ini dilakukan bukan semata-mata karena ingin pamer atau hidup dalam kepalsuan. Tapi merupakan strategi marketing para selebgram dan blogger untuk menjaring penggemar, dan pada akhirnya, perusahaan maupun brand yang tertarik menjadikan mereka sebagai endorser.

"Bukan hal yang tak biasa bagi blogger dan influencer memasarkan diri mereka sendiri untuk menunjukkan kehidupan mereka yang telah 'diedit', karena sebenarnya yang mereka jual ada bakat dan pelayanan (dalam beriklan), dan membuat diri mereka menarik bagi brand yang akan berkolaborasi dengan mereka," kata Lee.

Baca Juga: Bukan Facebook, Ini Social Media yang Buat Mood Penggunanya Lebih Bahagia

Namun Lee tak memungkiri bahwa tren ini juga memiliki dua sisi mata uang. Di sisi lain, para remaja bisa terpengaruh dan meniru gaya hidup mereka di Instagram --yang sebenarnya tak selalu sesuai kenyataan-- dengan ikut membeli barang-barang mahal.

Dia menambahkan, "Gadis-gadis lebih sering terpengaruh oleh teman ketimbang orangtua mereka sendiri, terutama di masa transisi mereka sebagai remaja (ke dewasa), dan eksposure tanpa henti tentang kehidupan yang sempurna dengan mengoleksi barang-barang premium bisa memperkuat ekspektasi mereka tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup."

Bagaimana menurutmu? Tren jual-beli botol bekas produk premium ini lebih banyak dampak positif atau negatifnya? (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177