Selasa, 07/08/2018 11:43 WIB

Pria Ini Merasa Didiskriminasi Setelah Dipecat Karena Rambut yang Dikonde

Rahmi Anjani - wolipop
Pria Ini Merasa Didiskriminasi Setelah Dipecat Karena Rambut yang Dikonde Sid Ouared dipecat karena rambutnya dikonde. Foto: Istimewa
Jakarta - Seorang pria menuduh bekas perusahaan tempatnya bekerja berlaku seksis karena melakukan PHK terhadap dirinya hanya karena alasan rambut. Pria bernama Sid Ouared tersebut bercerita jika British Airways memutus kontrak setelah meminta untuk memotong rambutnya yang memang panjang. Ia bercerita jika pihak perusahaan mengatakan rambut seperti wanita dan menyalahi aturan berseragam.

"Mereka pada dasarnya berkata, 'potong, taruh dalam turban seperti orang Sikh atau jadikan gimbal seperti Ratafarian'. Aku bukan orang-orang seperti itu dan aku tidak percaya mereka ingin membuatku memakai rambut yang bukan aku," ungkap Sid Ouared dilansir Daily Mail.

Sid ketika itu bekerja sebagai customer service di bandara Heathrow, Inggris. Ia memang punya rambut panjang yang sering dikonde ketika bekerja. Saat baru bekerja selama dua minggu, kontrak Sid pun langsung diputus British Airways. Diduga masalahnya adalah karena pria 26 tahun tersebut tidak memotong atau membuat rambutnya seperti yang diinginkan perusahaan.

Sid pun menerima dirinya didiskriminasi karena gaya rambut yang menurut perusahaan lebih pantas untuk wanita ketimbang pria. "Jadi karena aku bukan wanita, aku tidak diperbolehkan untuk punya gaya rambut ini. Itu benar-benar seksisme. Aku diberi tahu oleh seorang member manajemen di BA (British Airways), 'rambutmu seperti wanita'. Ratusan wanita yang berkerja untuk BA dan bekerja bersamaku menata rambut seperti itu. Tapi aku didiskriminasi karena itu," tuturnya.

Sebelum kontraknya diputus, Sid telah berusaha untuk menutupi rambut dengan memasukkannya ke dalam kerah baju. Sayangnya, itu tampaknya masih melanggar aturan menurut perusahaan penerbangan tersebut. Dalam aturan memang disebutkan jika rambut pria yang dikuncir hanya dibolehkan jika gimbal.

Pakar hukum ketenagakerjaan pun telah berpendapat mengenai kasus ini. "Perusahaan seharusnya menjelas mengapa pria tidak boleh punya rambut panjang dan diikat di belakang seperti wanita," tutur Emma O'Leary. Sementara pihak British Airways menolak berkomentar karena menganggapnya kasus individu.

Gaya rambut konde atau man bun memang bukan sesuatu yang baru. Beberapa tahun lalu, tatanan rambut tersebut sempat tren di kalangan pria. Sejumlah selebriti bahkan terlihat menerapkannya di karpet merah.




Tonton juga 'Cerita Dian Pelangi Dapat Perlakuan Diskriminasi di Paris':




Pria Ini Merasa Didiskriminasi Setelah Dipecat Karena Rambut yang Dikonde
(ami/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com