Senin, 30/07/2018 10:31 WIB

Kenalan dengan Dilyara, Peneliti Modest Fashion di Berbagai Negara

Silmia Putri - wolipop
Kenalan dengan Dilyara, Peneliti Modest Fashion di Berbagai Negara Foto: Silmia Putri/Wolipop
Jakarta - Seorang hijabers asal Rusia bernama Dilyara Sadrieva memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap modest fashion. Lahir di keluarga muslim, ia memutuskan untuk mengenakan hijab tujuh tahun yang lalu

Wanita berusia 43 tahun itu sempat tenar di Facebook dan memiliki banyak followers dari Asia yang didominasi negara muslim. Namun, ia memutuskan untuk menutup akun tersebut dan membuat akun Instagram yang terkunci.

Baca juga: Foto: Gaya Hijab Aina Gamzatova, Rival Putin di Pemilu Rusia 2018

"Saya memutuskan untuk membuat akun media sosial untuk kerabat dekat dan orang orang yang saya kenal. Kenapa? Karena saya ingin fokus hidup di dunia nyata," tutur Dilyara.

Kenalan dengan Dilyara, Peneliti Modest Fashion di Berbagai NegaraDilyara menjadi pembicara di acara talkshow JMFW 2018. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Setelah memutuskan untuk hengkang dari dunia gemerlap media sosial, Dilyara fokus mengembangkan penelitian tentang modest fashion. Penelitiannya ini sangat luas menjangkau berbagai negara di dunia.

Baca juga: Dulu SPG Susu, Kini Hijabers Cantik Ini Jadi Juragan Bulu Mata Palsu

Ia mengunjungi berbagai negara mayoritas muslim seperti Malaysia, Turki, dan Indonesia. Ibu tiga anak ini mengumpulkan data dan menganalisis berbagai aspek tentang modest fashion.

"Modest adalah tentang tampil elegan. Jika kamu tampil elegan, melakukan hal hal positif, kita bisa mengenalkan agama kita dengan lebih baik," tutur Dilyara pada acara Jakarta Modest Fashion Week di Gandaria City, hari Jumat (27/07/2018).

Banyak yang ia temukan selama melakukan penelitian. Salah satunya adalah pengaruh kebudayaan China terhadap gaya busana muslim di Indonesia.

Kenalan dengan Dilyara, Peneliti Modest Fashion di Berbagai NegaraDilyara, peneliti modest fashion dari Rusia. Foto: Instagram/dil_tulip

Rencananya, hasil penelitian yang ia lakukan akan ia patenkan. Jika ada brand besar yang menginginkan hasil risetnya itu, maka harus membayar.

"Sekarang banyak brand besar yang ingin mengambil pasar muslim, mereka ingin menjadikan kita customer mereka. Jika mereka ingin memahami pasar kita, maka mereka harus membayarnya," tandas Dilyara.

Hingga kini, ia masih melengkapi data dan menulis analisis tentang modest fashion di berbagai negara. Ia sangat senang bisa mengunjungi Jakarta tahun ini dan bertemu dengan banyak wanita muslim dengan berbagai gaya hijab. (sil/sil)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177