Jumat, 27/07/2018 19:05 WIB

Tak Hanya Indonesia, Netizen di Tiga Negara Ini Juga Suka Nyinyir

Silmia Putri - wolipop
Tak Hanya Indonesia, Netizen di Tiga Negara Ini Juga Suka Nyinyir Foto: thinkstock
Jakarta - Kehidupan sosial media masa kini tak selamanya manis. Semakin banyak followers, biasanya semakin banyak pula haters-nya. Bullying di kolom komentar media sosial kerap dialami sejumlah selebriti Tanah Air.

Contohnya saja Youtuber Indonesia bernama Dinda Shafay memutuskan untuk melepas jilbab karena tak tahan menerima hujatan netizen. Ia merasa depresi menerima nyinyiran yang datang hampir di setiap unggahan fotonya.

Ternyata netizen yang nyinyir tak hanya ada di Indonesia saja. Tiga hijabers dari tiga negara yaitu Australia, Maldives, dan Rusia kerap mengalami cyberbullying di media sosial.

Tak Hanya Indonesia, Netizen di Tiga Negara Ini Juga Suka NyinyirFoto: Silmia Putri/Wolipop


Baca Juga : Stop Bullying, Instagram Ancam Para Pem-bully yang Suka Komentar Jahat

Yasmin Jay, selebgram asal Sidney mengaku sering mendapatkan komentar yang tak menyenangkan di Instagram. Sebagai seseorang yang menyukai modest fashion, ada saja netizen yang merasa penampilan hijab Yasmin tak sesuai dengan syariat agama.

"Mereka selalu mengaitkan modest fashion dengan agama tertentu. Padahal modest fashion mewakili banyak agama. Hijab memang cukup sensitif. Tapi, sebagai pengguna media sosial, kita jangan fokus sama sisi negatif dari sosial media, kita harus terus melakukan hal positif," tutur Yasmin pada acara Influencer Chit Chat Jakarta Modest Fashion Week 2018 di Gandaria City Jakarta.
Tak Hanya Indonesia, Netizen di Tiga Negara Ini Juga Suka NyinyirFoto: Silmia Putri/Wolipop

Begitupun yang dirasakan oleh Shums, hijabers asal Maldives. Hobinya dalam hijab styling tak selalu mendapatkan komentar positif meskipun Maldives merupakan negara muslim.

"Berbeda orang berbeda pemikiran dan pendapat, jadi komentar buruk pasti ada saja," tutur Shums.

Baca Juga : Perlawanan 10 Artis Indonesia Saat Di-bully karena Penampilan Fisiknya

Menurut Dilyara, hijabers yang juga peneliti dari Rusia, bullying adalah bagian dari perilaku alami setiap manusia di manapun dia berada. Jadi, akan selalu saja ada orang yang berkomentar negatif. Apalagi, jika kehidupan pribadi diumbar di media sosial.
Tak Hanya Indonesia, Netizen di Tiga Negara Ini Juga Suka NyinyirFoto: Silmia Putri/Wolipop

Untuk itu, Dilyara memutuskan untuk menutup akun Instagram khusus hanya untuk teman dan kerabat dekat saja. Padahal dulu Dilyara memiliki banyak pengikut di Facebook.

"Jika saya mengunggah semua kehidupan saya di media sosial, saya tidak punya waktu untuk keluarga. Saya memutuskan untuk tidak melakukan itu," terang Dilyara.

Komentar buruk di media sosial bisa membuat depresi hingga memengaruhi keputusan hidup seseorang. Tapi tiga hijabers dari tiga negara itu sepakat bahwa hal negatif jangan jadi halangan untuk berbuat kebaikan.



Tonton juga video: 'Bijaksana Gunakan Medsos, Jangan Sampai Depresi'

(agm/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com