Selasa, 17/07/2018 13:38 WIB

Viral, Pernikahan Pria yang Dibayari Rp 672 Juta Oleh 11 Kakak Perempuannya

Anggi Mayasari - wolipop
Viral, Pernikahan Pria yang Dibayari Rp 672 Juta Oleh 11 Kakak Perempuannya Foto: Thinkstock
Shanxi - Ketika Gao Haozhen mengikat simpul janji suci pernikahan dengan pengantin wanita yang dicintainya pada awal bulan ini, semua biaya pernikahannya dibayar oleh 11 kakak perempuannya. Pernikahannya itu pun jadi perhatian warganet dan viral.

Seperti dilansir dari Nextshark, pengantin pria yang berusia 22 tahun dari Provinsi Shanxi, China adalah anak laki satu-satunya dan yang termuda di keluarga besar. 11 saudara perempuan Gao mampu mengumpulkan sekitar 320 ribu yuan atau sekitar Rp 672 juta, yang cukup untuk membiayai tak hanya pernikahan dan hadiah tetapi juga membeli rumah baru untuk pengantin.

Baca Juga : Viral, Pengantin Gelar Pesta Pernikahan di Jakarta Tak Sampai Rp 50 Juta
Viral, Pernikahan Pria yang Dibayari Rp 672 Juta Oleh 11 Kakak Perempuan Pernikahan pria ini jadi viral karena dibayari Rp 672 Juta oleh 11 kakak perempuanFoto: Istimewa

Kisah itu pun segera menjadi viral dan memicu beberapa diskusi di media sosial lokal. Banyak netizen bertanya-tanya mengapa pria itu tak mendanai pernikahannya sendiri dan apakah para kakak perempuannya dipaksa untuk berkontribusi. Banyak juga yang bertanya-tanya bagaimana orangtuanya berhasil membesarkan 12 anak selama kebijakan satu-anak China masih ada.

Dalam wawancara dengan Paper, salah satu saudari bernama Gao Yu menjelaskan bahwa itu adalah keputusan semua saudara perempuan untuk membayar tagihan pernikahan adik mereka. Menurut Gao Yu, ibu mereka melahirkan anak pertamanya pada usia 20 tahun sebelum melahirkan 11 anak lagi selama 27 tahun, dan Gao Haozhen menjadi yang terakhir.

Baca Juga : Viral, Foto Pengantin yang Harusnya Romantis Tapi Diganggu Photobomb Aneh
Viral, Pernikahan Pria yang Dibayari Rp 672 Juta Oleh 11 Kakak Perempuan Pernikahan pria ini jadi viral karena dibayari Rp 672 Juta oleh 11 kakak perempuan Foto: Istimewa

Gao Yu juga menjelaskan bahwa orangtua mereka akhirnya berhenti ketika keluarga memiliki putra pertama. "Generasi orang tua saya memiliki beberapa cara berpikir konvensional. Mereka hanya menginginkan seorang putra," kata Gao Yu.

Gao Yu lebih lanjut menambahkan bahwa orang tuanya harus membayar jumlah uang yang luar biasa untuk denda memiliki banyak anak selama implementasi kebijakan satu anak di negara tersebut. Ia dan saudara lainnya pun bingung untuk ketenaran online yang mereka dapati ini. (agm/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com