Senin, 09/07/2018 19:08 WIB

Wanita Iran Ini Masuk Penjara karena Pamer Video Joget di Instagram

Eny Kartikawati - wolipop
Wanita Iran Ini Masuk Penjara karena Pamer Video Joget di Instagram Wanita Iran dipenjara karena joget di Instagram. Foto: Dok. Instagram
Jakarta - Nasib wanita ini sungguh tragis. Dia merasakan masuk penjara karena eksis di Instagram dengan sederet videonya berjoget.

Adalah Maedeh Hojabri, wanita Iran yang masuk penjara karena mengunggah video dirinya berjoget di Instagram. Hojabri sendiri cukup populer di media sosial sebelum akhirnya akun Instagramnya ditutup.

Dia dan tiga orang lainnya yang juga populer di media sosial ditangkap pemerintah Iran baru-baru ini, seperti dikutip Buzfeed dari AP. Saat ini Hojabri dan tiga orang lainnya yang dipenjara sudah bebas dengan jaminan.

Mengenai aksinya berjoget di media sosial, Hojabri sempat memberikan pernyataan di sebuah stasiun televisi Iran. Dia mengakui dirinya memang melanggar norma moral yang berlaku di negaranya. Namun sebenarnya dia tidak bermaksud melakukan hal itu. Dia mengunggah video berjoget dengan tujuan untuk menambah followers.

Wanita Iran dipenjara karena joget di Instagram.Wanita Iran dipenjara karena joget di Instagram. Foto: Dok. Instagram


"Yang aku lakukan bukan untuk menarik perhatian. Aku memiliki beberapa followers dan video-video ini dari mereka. Aku tidak ada niat untuk mendorong orang lain melakukan hal serupa. Aku tidak bekerjasama dengan tim, mendapatkan pelatihan. Yang aku lakukan hanyalah gymnastic," katanya seperti dikutip The Guardian.

The Guardian melaporkan, akun Instagram Hojabri memiliki lebih dari 600 ribu followers. Namun saat ini akun tersebut sudah dihapus.

Meski sudah dihapus, video-video yang menampilkan aksi Hojabri berjoget masih bisa ditemukan di media sosial karena diunggah pengguna lainnya. Dari video yang tersebar itu terlihat, wanita 18 tahun itu berjoget sambil lipsync. Dia asyik meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti alunan musik. Dalam beberapa kesempatan Hojabri juga terlihat memakai kerudung.

Hojabri bukan satu-satunya pengguna media sosial yang akunnya dilarang eksis oleh pemerintah Iran. Pemerintah Iran berencana menutup akun-akun media sosial sejenis karena berdasarkan aturan, wanita Iran dilarang menari di depan pria kecuali keluarga dekatnya.

Pada awal 2018, NY Times melaporkan pemerintah Iran membatasi akses ke sejumlah media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube dan Telegram. Meski demikian jutaan penduduk Iraan masih bisa menggunakan media sosial tersebut dengan menggunakan proxy. (eny/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com