Sabtu, 19/05/2018 14:30 WIB

Para Wanita Ini Punya Rambut Terhalus yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Rahmi Anjani - wolipop
Para Wanita Ini Punya Rambut Terhalus yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Foto: iStock
Myanmar - Punya rambut yang panjang, halus, dan sehat tak hanya membuat penampilan jadi lebih cantik. Jika mau, Anda bisa memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan. Seperti para wanita di Myanmar yang dikatakan punya rambut paling halus se-Asia. Para wanita itu pun bisa menjual rambut mereka dengan harga hingga jutaan rupiah.

Myanmar adalah salah satu pasar pemasok rambut asli manusia untuk dijadikan wig hingga hair extension. Negara di Asia Tenggara tersebut menjadi eksportir terbesar ketiga setelah India dan Tunisia. Rambut para wanita di Myanmar pun dikatakan paling lembut sehingga banyak dicari untuk dijadikan rambut palsu di China.

Wamita berambut halusWamita berambut halus Foto: ist.


"Lihatlah rambut ini! Ini sangat indah. Tidak terlalu berminyak, tidak terlalu kering, tidak bercabang, ringan, dan mengembang. Rambut (yang bisa dijual) seharusnya padat, tidak boleh kusut atau bercabang," kata Aye Aye Thein yang menjadi pemasok rambut di sebuah pasar di Yangon, Myanmar kepada CNN.

Para wanita Myanmar pun kerap menjual rambut mereka yang sudah panjang. Aye Aye Thein umumnya menimbang harga rambut berdasarkan rasanya. Dengan bantuan gunting, ia akan melihat rambut kepadatan dan kelembutan rambut. Tapi umumnya, rambut dijual dengan harga sekitar $11 (Rp 155 ribuan) hingga $150 (Rp 2,1 jutaan) untuk panjang lebih dari 10 inci. Rambut yang terjual paling mahal biasanya sepanjang mata kaki.

Wamita berambut halusWamita berambut halus Foto: ist.


Wanita Myanmar yang menjual rambut halus mereka pun punya alasan masing-masing. Tak hanya soal uang, beberapa menjualnya untuk tujuan amal dan religi.

Seorang wanita bernama Phyu Phyu mengaku menjual rambut karena terlalu panas untuk punya 'mahkota' panjang. Dia pun akan menggunakan uang membeli baju dan disumbangkan kepada para biksu. Sebagian wanita lain memotong dan menjual rambut mereka untuk menjadi biksu selama 10 hari ketika pergantian tahun baru Buddha.

Meski bisa menghasilkan uang yang lumayan, kini mencari wanita yang mau menjual rambutnya sedikit sulit dan menantang. Dikatakan jika perekonomian di Myanmar mulai membaik sehingga jarang wanita mau menjual rambut untuk uang. Semakin banyak pula wanita yang mewarnai rambut yang akan mengurangi harganya saat dijual.

Tak hanya wanita, pria di Myanmar dikatakan juga kadang menjual rambut mereka. Namun jumlahnya memang jauh lebih sedikit dari pada wanita. (ami/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com