Rabu, 16/05/2018 18:09 WIB

Penjelasan Ilmiah di Balik Rekaman Suara Yanny atau Laurel yang Viral

Eny Kartikawati - wolipop
Penjelasan Ilmiah di Balik Rekaman Suara Yanny atau Laurel yang Viral Ilustrasi wanita mendengarkan suara. Foto: thinkstock
Jakarta - Yanny atau Laurel? Pertanyaan ini viral bersamaan dengan rekaman suara yang beredar di internet. Kenapa bisa netizen mendengar dua suara berbeda? Ini penjelasannya.

Psikolog Howard Nusbaum dari Universitas Chicago memberikan penjelasannya mengenai perbedaan suara yang terdengar dalam rekaman berdurasi empat detik itu. Psikolog yang mempelajari ilmu berbicara ini mengungkapkan sebuah kewajaran jika netizen terbagi ke dalam tim Yanny dan tim Laurel karena rekaman suara tersebut.

"Kalau telinga kamu di pindahkan ke telinga orang lain, suara yang akan kamu dengar pasti berbeda," ujar Howard seperti dikutip Gizmodo.

Howard melanjutkan, setiap orang memiliki kanal pendengaran (kanal telinga) dan bentuk telinga luar yang berbeda-beda. Bentuk telinga luar yang begitu kompleks ini berfungsi untuk menangkap suara. Kanal pendengaran dan telinga luar ini, menurutnya, bisa mempengaruhi pendengaran seseorang akan suatu nada atau frekuensi suara.

Baca Juga: Suara Rekaman Ini Bikin Netizen Debat, Yanny atau Laurel yang Didengar?


"Beberapa orang mendengarkan beberapa frekuensi dan beberapa orang lainnya mendengarkan frekuensi berbeda," katanya lagi. Karena perbedaan frekuensi inilah ada orang yang mendengar kata Yanny dan ada yang mendengar Laurel dalam rekaman viral tersebut.

Penjelasan lainnya datang dari Brad Story, seorang profesor ilmu suara, bahasa dan pendengaran dari Universitas Arizona. Dalam wawancara dengan Quartz, sang profesor memutar rekaman suara Yanny vs Laurel ini menggunakan waveform detector, alat yang bisa memvisualisasikan frekuensi dari suara di rekaman itu. Profesor Brad juga mengucapkan dua kata tersebut yang kemudian diputar di waveform detector.

Penjelasan Ilmiah di Balik Rekaman Suara Yanny atau Laurel yang ViralFoto: Dok. Quartz


Dari hasil penelitan singkatnya itu terlihat bahwa pola frekuensi dari kedua kata tersebut Yanny dan Laurel memiliki kemiripan. Jika kata ini saat diucapkan memiliki frekuensi yang mirip, menurutnya, memang akan terdengar serupa di telinga.

"Apalagi dengan kualitas rekaman suara yang kurang baik (seperti yang viral) dan beragamnya penggunaan alat elektronik untuk mendengarkan rekaman suara ini, tidak mengejutkan jika ada orang yang mendengar suara Yanny," katanya.

Berdasarkan penelitian Profesor Brad, pola frekuensi suara dalam rekaman yang viral itu lebih mirip dengan pola frekuensi suara Laurel bukan Yanny. So Laurel it is.

(eny/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com