Sabtu, 28/04/2018 16:00 WIB

Kelainan Genetik, Wanita Ini Terus Merasa Lapar Meski Sudah Banyak Makan

Hestianingsih - wolipop
Kelainan Genetik, Wanita Ini Terus Merasa Lapar Meski Sudah Banyak Makan Foto: Dok. Elite Readers
Jakarta - Semua orang tahu terlalu banyak makan bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas yang bisa memicu datangnya diabetes dan penyakit lainnya. Alex Brown, juga cukup tahu hal itu, tapi ia tetap tidak bisa berhenti makan.

Ya, Alex Brown bukannya tidak mau mengontrol nafsu makannya tapi ia tidak bisa. Wanita asal Paso Robles, California, ini mengidap gangguan genetik yang membuatnya terus-terusan merasa lapar.

Baca juga: Ini Risikonya Diet Air Putih untuk Menurunkan Berat Badan

Para dokter menyebut kalau Alex mengalami suatu kondisi yang mirip dengan gejala sindrom Prader-Willi. Sebuah kelainan gentika yang dapat menyebabkan berbagai gangguan perkembangan fisik maupun psikologis.

Seperti dikutip dari Elite Readers, Alex terlahir dengan massa otot yang rendah. Saat masih kecil wanita 25 tahun ini harus menjalani terapi bicara karena perkembangan kognitifnya terganggu.
Kelainan Genetik, Wanita Ini Terus Merasa Lapar Meski Sudah Banyak MakanFoto: Dok. Elite Readers

Kelainan genetika ini juga membuat Alex selalu merasa lapar. Keinginan makan terus saja muncul sampai pada tahap orangtua Alex harus mengunci pintu kulkas untuk mencegahnya makan terlalu banyak.

Ketika remaja, Alex bisa pergi ke restoran cepat saji setiap hari seperti McDonald's atau Taco Bell untuk makan junk food. Akibatnya kini berat badannya melebihi normal.

Di usia yang sudah dewasa ini, Alex mencoba sebisa mungkin untuk menurunkan berat badan. Namun metabolisme tubuhnya sangat lambat sehingga ia harus bekerja sangat keras. Metabolisme yang lambat membuat Alex cepat naik berat badan jika dia makan makanan manis atau berlemak.

Baca juga: Mirip Manekin, Model dengan Kelainan Genetik Langka Curi Perhatian Dunia

"Kadang aku bangun pukul 5.30 dan merasa sangat sangat lapar. Seperti sudah tidak makan berhari-hari. Aku benar-benar kelaparan. Ini sulit, tapi jika apa yang aku makan tidak dikontrol berat badanku akan naik dengan sangat cepat," ujar Alex.

Ia juga bercerita ketika masih duduk di bangku SMP, orangtuanya mempekerjakan ajudan khusus yang akan mengikuti kemanapun Alex pergi. Ajudan tersebut menemaninya saat istirahat dan makan siang, untuk memastikan Alex tidak menyantap makanan selain yang dibekali oleh orangtuanya.
Kelainan Genetik, Wanita Ini Terus Merasa Lapar Meski Sudah Banyak MakanFoto: Dok. Elite Readers

Namun begitu menginjak remaja dan mendapatkan SIM, pola makan Alex mulai tak terkontrol karena ia bisa lebih bebas beli junk food sendiri. Periode itulah yang membuat tubuhnya jadi obesitas.

"Yang bisa dilakukan orangtuaku adalah menyiapkan makanan sehat di rumah tapi saat itu aku tidak tertarik sama sekali," kata Alex.

Tidak mau terus hidup dalam kondisi tersebut, Alex memutuskan untuk memulai diet sehat dan lebih aktif secara fisik. Sarapan Alex dimulai dengan konsumsi oatmeal. Ia memperbanyak makan buah dan kacang-kacangan di siang hari dan salad atau ayam untuk makan malam. Alex juga latihan Zumba selama 45 menit setiap hari atau melakukan aktivtas fisik lainnya.

Mengubah gaya hidup jadi lebih sehat bukannya hal mudah bagi Alex, terutama dengan kondisi kelainan genetiknya. Bahkan ada kalanya semua usaha yang dilakukannya itu tidak membuahkan hasil. Tapi tekad kuat berhasil mengalahkan nafsu makannya yang tak terkontrol.

"Masih ada hari-hari di mana aku ingn makan berbagai macam tapi aku tahu itu tidak akan membuatku mencapai tujuanku. Aku melakukan ini semua untuk diriku, secara mental dan fisik," pungkas Alex. (hst/asf)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com