Senin, 23/04/2018 19:37 WIB

Tak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga Prancis

Silmia Putri - wolipop
Tak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga Prancis Tak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga Prancis. Foto: Thinkstock
Jakarta - Pemerintah Prancis dengan tegas menolak kewarganegaraan seorang wanita berdarah Arab asal Algeria. Alasannya cukup mengagetkan publik, yaitu sang wanita tidak mau bersalaman dengan lawan jenis.

Wanita muslim itu bersikukuh dengan alasannya. Ia menjelaskan alasannya berhubungan dengan kepercayaan yang dianutnya. Sebagaimana diketahui, bahwa dalam Islam wanita tidak diperbolehkan bersentuhan dengan laki-laki non-muhrim.

Wanita Arab itu menikah dengan laki-laki Prancis pada tahun 2010. Ia mendaftar kewarganegaraan Prancis pada tahun 2016. Namun, kala itu ia menolak untuk berjabat tangan dengan orang dari pemerintahan Prancis tersebut.

Tak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga PrancisTak Mau Bersalaman dengan Pria, Wanita Ini Ditolak jadi Warga Prancis. Foto: Thinkstock
Pemerintah menganggap penolakan wanita tersebut sebagai perilaku yang tidak bisa 'beradaptasi' dengan kebiasaan warga Prancis. Alasan tersebut dinilai cukup kuat untuk menolaknya jadi bagian dari warga negara Prancis.

Baca Juga : Viral, Video Hijabers Tolak Bersalaman dengan David Beckham

Keputusan ini melahirkan response yang cukup ramai di media sosial. Isu agama memang cukup hangat di sana. Sejak tahun 2011, Prancis tidak memperbolahkan penggunaan cadar di tempat umum.

Tahun 2004, pemerintah Prancis melarang pemakaian simbol keagamaan apapun di sekolah. Peraturan terbarunya tahun 2016, pemerintah Prancis melarang pemakaian burkini di pantai umum.

Tak sedikit pula yang mengaitkan sejarah dalam kasus ini mengingat Algeria pernah dijajah oleh Prancis.

"Yo #France, when did you become so sensitive? Remember when you occupied and colonized Algeria for 30 years?" tulis akun Twitter bernama Salar Pashtoonyar.

Kabar ini pun menjadi viral di media sosial. Sejumlah media besar Prancis, Arab, dan Inggris memberitakannya dengan sudut pandang msing-masing. Namun, keputusan penolakan ini sudah resmi diturunkan pemerintah Prancis dan tidak bisa diganggu gugat. (sil/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com