Rabu, 14/03/2018 17:47 WIB

Artis Korea Ini Ungkap Nasib Miris Para Idol K-pop yang Gagal Populer

Hestianingsih - wolipop
Artis Korea Ini Ungkap Nasib Miris Para Idol K-pop yang Gagal Populer Foto: Dok. Soompi
Seoul - Harapan setiap idol di Korea Selatan adalah menjadi terkenal dan mendapatkan banyak uang dari hasil kerja kerasnya. Lihat saja EXO, Twice, BlackPink atau BTS yang punya jutaan penggemar dan lagunya laris manis di tangga lagu.

Tak hanya dari konser atau penjualan album. Idol yang sudah terkenal juga mendapat tambahan penghasilan dengan menjadi brand ambassador berbagai produk mulai dari makanan, minuman hingga kosmetik.

Tapi tahukah kamu, kemewahan itu hanya bisa didapat oleh idol yang populer saja? Keadaan jauh berbeda dialami idol, baik solo maupun grup, yang tidak atau kurang populer.

Seorang mantan idol group Korea Madtown, H.O., belum lama ini mengungkapkan kenyataan pahit yang terjadi di industri musik Korea, khususnya idol. Pria bernama asli Song Jae Ho ini menayangkan curhatannya di platform broadcasting berbasis online, Afreeca TV.

H.O. membocorkan betapa kerasnya kehidupan seorang artis untuk menjadi bintang idol. Setelah bertahun-tahun trainee dan akhirnya debut, para idol pendatang baru ini tidak serta merta langsung meraih popularitas dan keuntungan. Bahkan, ada beberapa yang terlilit utang.

Baca Juga: Kini Populer, Siapa Sangka 6 Artis Korea Ini Dulu Tidak Punya Teman

"Kompetisinya gila tapi kamu sebenarnya berutang saat debut. Kamu perlu uang setidaknya 500 juta KRW (Rp 6,4 miliar) untuk bikin video klip, musik, rekaman, pakaian, syuting, kondumsi, dan sebagainya," kata H.O., seperti dikutip dari Koreaboo.

H.O. melanjutkan, "Itu berarti satu grup berutang 500 juta KRW untuk debut, dan kalau ada tujuh anggota, setiap personel menanggung utang 70 juta KRW (Rp 900 jutaan). Tapi yang jadi pertanyaan, 'Mungkinkah bagi mereka menghasilkan 500 juta KRW dalam satu kali periode promosi?"
Artis Korea Ungkap Nasib Miris Para Idol K-pop yang Gagal Populer Foto: Dok. Soompi

Dia juga mengungkapkan kalau grup idol tidak mendapatkan bayaran terlalu banyak dari acara musik yang dihadirinya. Tampil di acara musik sering kali hanya sebagai promosi tapi tidak menguntungkan.

Sementara penghasilan yang sebenarnya datang dari jumpa fans, undangan mengisi acara, konser, tur dan penjualan album. Sulitnya bagi idol yang kurang populer, permintaan konser dan undangan ke berbagai acara terbilang sedikit sehingga pemasukan juga minim.

"Kami tidak bisa menjual banyak album. Kalau kamu bukan idol yang populer, kamu hanya berakhir dengan banyak utang," katanya.

Baca Juga: Realita Pahit di Balik Penampilan Glamor Artis Korea Diungkap Para Stylist

H.O. kembali menjelaskan kalau kebijakan pembagian keuntungan setiap perusahaan entertainment kepada para artisnya bisa berbeda-beda. Dia memberi contoh, ada manajemen yang memutuskan pembagian hasil 50:50 untuk setiap pekerjaan artis.

"Kalau kontraknya 50:50 maka agensi akan mengambil 50 persen sementara kami menerima 50 persen sisanya. Kalau dari 50 persen itu dibagi lagi ke semua personel grup berapa uang yang kami dapat? Karena kami harus membayar utang," ujar H.O.

Ungkapan H.O. soal kehidupan nyata para idol baru disiarkan di Afreeca TV, dan belum mendapatkan tanggapan dari pihak agensi yang pernah menaungi grupnya.

Madtown merupakan grup idol Korea Selatan yang dibentuk pada 2014, di bawah naungan agensi J. Tune Camp. Beranggotakan tujuh orang, Madtown sempat menelurkan tiga album sebelum kontrak mereka dijual ke GNI Entertainment, karena agensi lama mereka tutup secara tiba-tiba. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com