Jumat, 09/03/2018 11:53 WIB

Cerita Hijabers yang Ajarkan Make Up Untuk Wanita Difabel

Silmia Putri - wolipop
Cerita Hijabers yang Ajarkan Make Up Untuk Wanita Difabel Foto: Silmia Putri
Jakarta - Merayakan Hari Perempuan Internasional, dua komunitas difabel Indonesia membuat serangkaian workshop pada hari Kamis (08/03/2018). Dua komunitas penyelenggara itu adalah Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia dan Perhimpunan Jiwa Sehat Indonesia. Hampir seluruh panita merupakan penyandang disabilitas, mulai dari tuna wicara, tuna rungu, hingga bipolar.

Salah satu workshop yang mengundang perhatian adalah tutorial make up untuk para wanita difabel. Dari 30 peserta yang hadir, lebih dari 80% dari mereka tidak pernah memakai make up sama sekali.

Nadia Meutia, sebagai narasumber workshop itu mengaku antusias sekaligus terharu melihat para peserta. Wanita yang bekerja sebagai konsultan Oriflame itu baru pertama kali mengajarkan make up kepada wanita difabel.

Cerita Hijabers yang Ajarkan Make Up Untuk Wanita DifabelFoto: Silmia Putri

Sejujurnya ia belum memiliki persiapan khusus teknik mengajarkan make up untuk difabel. "Tapi, justru saya menemukan langsung cara-cara mengajarkan make up untuk mereka di acara ini. Pengalaman ini memberikan pelajaran baru bagi saya," ungkap Nadia Meutia kepada Wolipop.

Cerita Hijabers yang Ajarkan Make Up Untuk Wanita DifabelFoto: Silmia Putri

Untuk tuna rungu, Nadia dibantu dari panitia untuk menerjemahkan dalam bahasa isyarat. Hal yang paling menantang bagi Nadia adalah mengajarkan make up untuk tuna netra, karena mereka tidak bisa melihat sama sekali.

Nadia pun mendapatkan pengetahuan baru bagaimana mengajarkan wanita tuna netra memakai makeup dari sentuhan tangan.

1. Memakai eye shadow
Teknik dasar memakaikan eyeshadow adalah memperkirakan hitungan ketebalan dari sentuhan jari. "Saya meminta mereka menepuk eyeshadow selama tiga kali lalu meratakannya dengan tangan di kelopak mata. Berapa kali tepukan juga tergantung ketebalan tekstur eyeshadow yang mereka inginkan," ungkap Nadia.

2. Memakai blus on

Mirip dengan pemakaian eyeshadow, penyandang disabilitas penglihatan bisa menepuk tipis blush on dengan jari-jarinya untuk merasakan ketebalan blush on. Berbeda dengan eyeshadow, ketebalan blush on lebih tipis jadi mereka tidak perlu menempuk berkali-kali. Lalu, mereka bisa mengaplikasikannya di tulang pipi mereka.

3. Cara membaurkan make up

"Karena mereka sangat baru memakai make up, bahkan untuk membaurkan eyeshadow atau blush on saja mereka tidak mengerti. Jadi saya coba contohkan gerakan membaurkan make up di punggung tangan mereka," ungkap Nadia. Membaurkan make up bisa menggunakan tangan ataupun brush, asalkan mereka tahu gerakannya bagaimana.


Salah satu peserta make up yang memiliki gangguan penglihatan, Herfina Setiawati menjelaskan perasaannya setelah belajar make up. "Ternyata memakai make up seperti seni melukis wajah. Dari mulai alis sampai lipstik, itu harus dirasa-rasakan," ungkapnya kepada Wolipop.

Cerita Hijabers yang Ajarkan Make Up Untuk Wanita DifabelFoto: Silmia Putri

Ia pun mengaku bagian yang paling sulit adalah memakai eyeliner, karena diperlukan ketelitian. Untuk poin itu tidak wajib baginya. Memakai make up secara basic saja sudah mencukupi.

Workshop tata rias untuk wanita difabel itu, memberikan hasil yang lebih dari sekedar kecantikan wajah. Membuat mereka merasa sama dengan wanita normal lainnya, dan meyakinkan mereka untuk bisa secantik wanita lainnya, merupakan pengalaman bernilai baik bagi para peserta maupun Nadia Meutia selaku narasumber. (sil/sil)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com