Kamis, 08/03/2018 21:44 WIB

Hari Perempuan Internasional

Inilah Bentuk Aktualisasi Diri Kaum Difabel di Hari Perempuan Internasional

Silmia Putri - wolipop
Inilah Bentuk Aktualisasi Diri Kaum Difabel di Hari Perempuan Internasional Perayaan Hari Perempuan Internasional di TIM. Foto: Silmia Putri/Wolipop
Jakarta - Perayaan Hari Perempuan Internasional lekat dengan emansipasi dan kesetaraan gender. Banyak yang menjadikan momentum ini sebagai celah untuk membandingkan wanita dengan laki-laki. Padahal, jauh sebelum itu, ada PR yang belum selesai.

Salah satunya yang dialami para wanita difabel. Bagi wanita yang sehat dan normal, mengoptimalkan potensi diri mungkin lebih mudah. Tapi bagi para penyandang disabilitas, jangankan untuk menyatarakan diri dengan pria, untuk bersanding dengan wanita lain saja, mereka mengaku sudah ciut mental.

Hal ini pun yang menggerakan dua komunitas disabilitas di Indonesia, yaitu Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia dan Perhimpunan Jiwa Sehat Indonesia untuk membuat festival di Hari Perempuan Internasional, berlokasi di Taman Ismail Marzuki Jakarta pada Kamis (8/2/2018). Acara ini bertajuk 'Perempuan Disabilitas Mengubah Dunia'.

Melalui acara ini, para perempuan disabilitas unjuk gigi untuk memperlihatkan kemampuan mereka. Ada banyak kreasi para perempuan difabel yang dipamerkan seperti lukisan dan kerajinan tangan. Beragam workshop pun digelar, seperti tutorial make up dan tutorial memakai kain tradisional.

Baca Juga: Hari Perempuan Internasional 2017 Usung Isu Kesetaraan Gender

"Acara ini dilaksanakan oleh kami, para penyandang disabilitas untuk semua perempuan disabilitas di luar sana," ungkap Nila Krisnawati, salah satu panita penyelenggara acara ini saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Kamis (8/2/2018).

Inilah Bentuk Aktualisasi Diri Kaum Difabel di Hari Perempuan InternasionalPerayaan Hari Perempuan Internasional di TIM. Foto: Grandyos Zafna


Nila yang mengalami gangguan pendengaran itu menjelaskan bahwa para penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk berkembang, sama seperti yang lainnya. "Melalui workshop make up, kami membuktikan kalau kami pun bisa tampil cantik," ungkapnya.

Pada kesempatan Hari Perempuan Internasional ini, ada 10 workshop yang dilaksanakan. Acara ini terbuka untuk penyandang disabilitas di Indonesia. Pada workshop itu, para narasumber dibantu oleh komunitas disabilitas untuk berbicara bahasa isyarat.

Inilah Bentuk Aktualisasi Diri Kaum Difabel di Hari Perempuan InternasionalPerayaan Hari Perempuan Internasional di TIM. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Baca Juga: Rayakan Hari Perempuan Internasional, Pria Jepang Transformasi Jadi Wanita

"Hal yang paling menantang adalah ketika mengajarkan make up kepada orang yang tidak bisa melihat. Tapi ternyata kita jadi menemukan strategi khusus agar mereka tetap bisa dandan tanpa melihat, dan kita bersama-sama menemukannya di acara ini," ungkap Nadia Meutia, selaku pengisi acara workshop tutorial make up.

Melalui acara ini, bukan saja para difabel yang belajar melalui workshop, tapi juga narasumber dan tamu lain yang hadir. Semangat para difabel untuk mempelajari hal baru ini, seharusnya dimiliki oleh semua wanita untuk mengaktualisasikan dirinya. (sil/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com