Selasa, 06/03/2018 18:16 WIB

Logo Buaya Ikonik Lacoste Berubah Jadi Badak Jawa dan Harimau Sumatera

Daniel Ngantung - wolipop
Logo Buaya Ikonik Lacoste Berubah Jadi Badak Jawa dan Harimau Sumatera Foto: Istimewa
Paris - Apa jadinya bila logo buaya ikonik Lacoste berubah menjadi harimau sumatera dan badak jawa?

Ya, Lacoste mengganti logo buaya yang legendaris itu menjadi 10 hawan yang terancam punah, pada polo shirt putih edisi terbatas. Kesepuluh hewan langka tersebut di antaranya badak jawa, harimau sumatera, iguana anegada, dan kura-kura birma. Eksis sejak 1963, logo ikonik tersebut belum pernah diganti Lacoste.

Logo buaya ikonik Lacoste berubah jadi badak jawa.Logo buaya ikonik Lacoste berubah jadi badak jawa. (Foto: Istimewa)

Inisiasi tersebut merupakan bagian dari kampanye 'Save Our Species', yakni inisiasi Lacoste untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah, dengan menggandeng International Union for Conservation of Nature (IUCN).

A post shared by Lacoste (@lacoste) on




"Sang buaya meninggalkan tempat ikoniknya untuk 10 spesies yang terancam punah lewat sebuah kolaborasi bersama International Union for Conservation of Nature," tulis Lacoste di Instagram.

Baca Juga: Asal Muasal Si Buaya Modis di Logo Lacoste

Hanya ada 1.775 polo yang tersedia. Jumlah tersebut sesuai dengan angka spesies yang langka itu. Sejak diluncurkan berbarengan dengan presentas koleksi Fall-Winter 2018/2019 di Paris Fashion Week baru-baru ini, koleksi tersebut kabarnya sudah ludes terjual.

Logo buaya Lacoste didesain ulang demi selamatkan spesies yang terancam punah.Logo buaya Lacoste didesain ulang demi selamatkan spesies yang terancam punah. (Foto: Istimewa)

Badak jawa merupakan salah satu mamalia besar terlangka di dunia yang ada diambang kepunahan. Menurut laman World Wildlife Fund (WWF), hanya sekitar 50 ekor badak jawa di alam liar sehingga diklasifikasikan sebagai sangat terancam (critically endangered) dalam Daftar Merah IUCN.

Sementara itu, jumlah populasi harimau sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 ekor berdasarkan data 2004. Harimau Sumatera berada di ujung kepunahan karena hilangnya habitat secara tak terkendali, berkurangnya jumlah spesies mangsa, dan perburuan. (dtg/dtg)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com