Jumat, 26/01/2018 17:15 WIB

Indonesia Fashion Week 2018 Siap Digelar Maret, Bawa Mode ke Pasar Online

Silmia Putri - wolipop
Indonesia Fashion Week 2018 Siap Digelar Maret, Bawa Mode ke Pasar Online Foto: Silmia Putri/Wolipop
Jakarta - Salah satu ajang fesyen terbesar di negeri ini, Indonesia Fashion Week akan kembali digelar pada 28 Maret - 1 April 2018. Acara yang dipelopori oleh APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) akan kembali menyajikan keindahan Indonesia dalam balutan busana.

Sebagai ciri khas IFW, tema kebudayaan yang akan diangkat tahun ini adalah keindahan tiga tempat wisata di Indonesia yaitu Danau Toba di Tanah Batak, Borobudur di Jawa Tengah dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Acara ini berkolaborasi dengan 200 desainer dan 460 peserta pameran merek fesyen dan tekstil.

Hal yang jadi pembeda tahun ini adalah konsentrasi penjualan yang tak lagi konvensional. Di era digital ini sudah banyak kemudahan untuk para pebisnis fesyen dalam memamerkan dan menjual karyanya. Untuk itu, IFW 2018 menggandeng Tokopedia sebagai market place yang mendukung penuh pergerakan industri kreatif melalui platform digital.

Indonesia Fashion Week 2018 Siap Digelar Maret, Bawa Mode ke Pasar OnlineFoto: Silmia Putri/Wolipop


Kolaborasi ini sudah dimulai dalam bentuk kompetisi fesyen, Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC). Acara ini merupakan kali ketiga, setelah sukses terselenggara dua tahun sebelumnya.

Poppy Dharsono selaku Presiden Indonesia Fashion Week mengungkapkan kegembiraannya menemukan potensi-potensi desainer muda di acara itu. "Desainer muda adalah desainer masa depan. Untuk menghadapi tantangan pasar masa depan, para pelaku fesyen harus mengerti dunia digital seperti apa," ungkap Poppy pada konferensi pers di Hotel Sultan Jakarta (26/01/2017).

Indonesia Fashion Week 2018 Siap Digelar Maret, Bawa Mode ke Pasar OnlineFoto: Silmia Putri/Wolipop


Arahan ke pasar digital ini juga penting bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah. Melalui platform digital, mereka bisa mengenalkan dan menjual produknya dari mana saja dan kapan saja. Hal ini bisa mengurangi dana operasional.


Kolaborasi para pelaku ekonomi kreatif dengan platform e-dagang, menjadi kunci pemasaran fesyen di masa depan. Diharapkan hal ini jadi solusi pemerataan ekonomi di Indonesia.



(sil/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177