Jumat, 26/01/2018 07:04 WIB

Hijab Scarf Bermotif Menjamur, Akankah Masih Tren di 2018?

Silmia Putri - wolipop
Hijab Scarf Bermotif Menjamur, Akankah Masih Tren di 2018? Foto: Dok. Instagram
Jakarta - Tahun 2017 diwarnai dengan munculnya beragam jenis scarf bermotif. Deretan artis seperti Laudya Cynthia Bella hingga Nycta Gina menelurkan label fashion khusus scarf bermotif. Banyak pula brand lokal baru bermunculan dan berlomba-lomba membuat produk sejenis. Ditambah dengan kolaborasi selebgram dengan merek-merek fesyen tertentu yang memperkaya pilihan motif scarf.

Menjamurnya pilihan scarf motif bisa diartikan bahwa produk tersebut memang laku di pasaran. Meski produk scarf seperti ini bukan barang baru di ranah hijab fesyen, tetap saja penyegaran motif-motif tersebut cukup menggiurkan. Kecintaan pasar bertambah jika motif scarf dicetak dalam jumlah terbatas. Eksklusivitas scarf menjadi gengsi tersendiri sehingga meski harganya tinggi, deretan scarf ini tetap laris manis.

Hijab Scarf Bermotif Menjamur, Akankah Masih Tren di 2018?Foto: Instagram


Motif yang disajikan pun cukup bervariasi. Dari motif bunga-bunga yang feminin, hingga motif telor ceplok bisa ditemukan. Para ilustrator seperti Ayang Cempaka hingga Diela Maharani membuat gambar-gambar 'gemas' yang sulit ditolak. Apalagi di ranah hijab, dari desainer Ria Miranda, Restu Anggraini, hingga brand lokal yang masih seumur jagung, ikut memeriahkan tren ini.

Hanna Farid, selaku CCO HIJUP mengakui penjualan scarf motif di HIJUP masih sangat baik. "Scarf motif masih sangat diminati. Kebanyakan hijabers memilih hijab dengan mood feminin seperti motif floral," ungkapnya kepada Wolipop. Ia memperkirakan tren ini masih berlanjut hingga tahun 2018.

Hijab Scarf Bermotif Menjamur, Akankah Masih Tren di 2018?Foto: Dok. Instagram


Namun, hal berbeda diungkapkan oleh Natasha Rizky saat ditemui di Quibicle Center hari ini (25/01/2018), "Sekarang hijab scarf motif udah banyak banget pilihannya. Mungkin saja orang-orang bakal jenuh. Kayanya sih tren ini akan berlangsung sampai pertengahan tahun saja, setelah itu akan kembali pada scarf polos," terang Acha, sapaan akrabnya.

Pendapat lainnya dikemukakan oleh Anandia Putri, Creative Director IKYK, "Alasan saya membuat scarf motif bukan berarti ikut tren. Tapi, bagaimana membuat sesuatu yang eksklusif, terbatas, dan beda dari yang lain".

Eksklusifitas desain inilah yang menjadi daya tarik terbesar dari scarf motif. Bagaimana seniman dan pebisnis bersatu membuat karya yang membuat pelanggan rela mengeluarkan kocek tinggi bahkan berkali-kali untuk mendapatkannya.

Akan tetapi, secantik apapun scarf, tetap jangan lupakan kenyamanan. Sesuatu yang beda dan nyaman dipakai akan tetap jadi nilai tertinggi dalam dunia fesyen. Contohnya saja perkembangan bahan scarf yang tadinya hanya berkutat di kain satin sekarang merambah pada bahan voile yang dirasa lebih nyaman.

Tak menutup kemungkinan ada penemuan jenis kain scarf yang baru lagi tahun ini. Semua bergantung pada inovasi para produsen dan kepiawaian mereka memasarkan produknya. Masih tren atau tidak, juga bergantung pada selera Anda. Sudah jenuh atau masih mau coba yang baru?

(sil/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com