Senin, 22/01/2018 07:20 WIB

Kesal Ayah Tak Pernah Pulang, Remaja Ini Lakukan Aksi Tak Terduga

Anggi Mayasari - wolipop
Kesal Ayah Tak Pernah Pulang, Remaja Ini Lakukan Aksi Tak Terduga Foto: Thinkstock
Zhejiang - Memiliki orangtua yang sibuk bekerja dan hampir tak pernah memiliki waktu berkumpul, tentunya membuat anak merasa kesal dan kesepian. Hal itu pun dialami remaja asal China ini. Karena kesal tak pernah bertemu ayahnya, ia pun melakukan sesuatu tak terduga.

Dilansir World of Buzz, seorang remaja memutuskan merusak mobil orang lain dan meninggalkan nomor telepon ayahnya. Tujuannya agar polisi bisa menghubungi ayahnya, dengan begitu mereka bisa saling bertemu.

Orangtua remaja berusia 17 tahun ini telah lama bercerai, dan hak asuh pun jatuh di bawah pengawasan ayahnya. Untuk memberikan remaja yang memiliki marga Fan ini kehidupan lebih baik, sang ayah meninggalkannya di rumah seorang kerabat, dan pergi ke Guizhou untuk melakukan bisnis.

Sang ayah memang menghasilkan banyak uang, tapi sayangnya ia tak sempat lagi mengunjungi Fan di Zhejiang. Selama beberapa bulan terakhir, menyaksikan keluarga lain berkumpul kembali dengan orang yang mereka cintai telah membuat Fan merasa sedikit iri. Ia memang memanggil ayahnya dan memintanya untuk pulanng, tapi sang ayah tak bisa melakukannya karena jadwal yang padat.
Kesal Ayah Tak Pernah Pulang, Remaja Ini Lakukan Aksi Tak TerdugaFoto: istimewa

Jadi, ayahnya hanya mentransfer uang untuk Fan agar ia bisa berbelanja barang-barang yang disukainya. Hal tersebut membuat Fan semakin tertekan dan frustasi. Ia merasa bosan dan mencari jalan keluar untuk melampiaskan frustasinya.

Setelah keluar dari cyber cafe, Fan melihat sedan hitam di tempat parkir bawah tanah dan memutuskan untuk membuat kekacauan sehingga ayahnya harus melakukan perjalanan pulang. Ia pun mengambil sebuah batu bata dan memecahkan kaca depan. Fan kemudian mencoret mobil tersebut dengan mengukir nomor telepon ayahnya di pintu pengemudi dan berjalan santai pergi.

Keesokan harinya, Yap yang merupakan pemilik mobil menemukan aksi vandalisme tersebut dan mengajukan laporan polisi. Berdasarkan nomor telepon yang ditinggalkan Fan, mereka berhasil menghubungi ayahnya yang masih di Guizhou.

Sang ayah tentu tahu ada sesuatu yang tak beres. Ia pun meminta polisi untuk mencari anaknya karena ia yakin itu adalah perbuatan Fan. Saat polisi bertemu Fan, ia mengakui dengan santai perbuatannya itu.

Ayah Fan tak menyangka buah hatinya berani membuat kekacauan seburuk ini. Setelah insiden itu, ayahnya memutuskan untuk kembali ke Zhejiang dan menghabiskan waktu bersama Fan setelah Tahun Baru Imlek nanti.

"Selama bertahun-tahun Fan menelepon saya dan meminta agar saya pulang, tapi saya tak bisa memenuhinya. Hal itu membuat Fan menciptakan beberapa masalah agar saya kembali ke rumah," tutur ayah Fan. (agm/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com