Selasa, 16/01/2018 16:35 WIB

Retailer Kecantikan Ini Larang Wajah Model Diedit Jadi Cantik Sempurna

Hestianingsih - wolipop
Retailer Kecantikan Ini Larang Wajah Model Diedit Jadi Cantik Sempurna Foto: istimewa
Jakarta - Manipulasi foto untuk iklan produk telah lama menjadi kontroversi di dunia kecantikan. Dari sisi marketing, membuat penampilan model tampak sempurna jadi salah satu strategi memasarkan produk.

Namun di sisi lain, manipulasi foto dengan Photoshop kerap dikritik karena sama saja seperti penipuan dan menciptakan standar kecantikan yang tidak rasional. Untuk meminimalisir efek buruk dari maraknya manipulasi foto yang bisa mendistorsi standar kecantikan, CVS Pharmacy melakukan gerakan revolusioner.

Retailer produk kesehatan dan kecantikan berbasis di Amerika Serikat ini mengumumkan komitmen baru mereka untuk menolak berbagai bentuk manipulasi foto demi kepentingan komersil. Nantinya, CVS Pharmacy tidak akan menjual produk-produk kecantikan yang menampilkan foto hasil manipulasi atau editan Photoshop.
Retailer Kecantikan Ini Larang Wajah Model Diedit Jadi Cantik SempurnaFoto: Matt Winkelmeyer/Getty Images for Victoria's Secret

Keputusan ini dibuat setelah sejumlah aktivis menunjukkan bagaimana kecanggihan Photoshop mengubah wajah model jadi bebas keriput, bebas noda, mulus, nyaris sempurna. Tak jarang wajah dan tubuh model juga dibuat lebih tirus, bahkan warna mata dan warna kulitnya diubah.

Para aktivis ini menilai, manipulasi foto yang berlebihan akan menciptakan standar kecantikan yang tidak realistis. Dampaknya, dikhawatirkan makin banyak wanita terlena dengan 'standar' tersebut dan menjadi tidak percaya diri, khususnya para remaja yang kondisi emosionalnya cenderung labil.

Demi mendukung aksi para aktivis, CVS Pharmacy akan mencantumkan label 'CVS Beauty Mark' pada tiap kemasan produk kecantikan yang dijual di tokonya. Label tersebut bertujuan memberitahu konsumen bahwa foto yang terpampang pada kemasan maupun perangkat iklan dari produk tersebut belum/tidak diedit Photoshop.
Retailer Kecantikan Ini Larang Wajah Model Diedit Jadi Cantik SempurnaFoto: Dok. Burberry

Label 'CVS Beauty Mark' akan dicantumkan terlebih dahulu pada produk-produk kecantikan yang diproduksi CVS Pharmacy. Selanjutnya juga akan diterapkan pada produk dari brand kosmetik yang bekerjasama. Targetnya, diharapkan semua produk yang dijual di CVS Pharmacy tidak lagi mengunakan manipulasi foto mulai 2020.

Jika brand tetap ingin menampilkan produk dan modelnya dengan manipulasi foto, maka mereka diwajibkan mencantumkan informasi 'digitally modified' pada kemasannya. Artinya, foto model sudah diedit dan bukan lagi penampakan asli.

"Sebagai wanita, ibu dan presiden bisnis retail yang sebagian besar konsumennya adalah wanita, saya sadar kami punya tanggung jawab tentang bagaimana meneruskan pesan kami ke konsumen yang datang setiap harinya," ujar Helena Foulkes, presiden CVS Pharmacy, dalam pernyataan tertulisnya seperti dilansir Today.

Helena melanjutkan, "Keterkaitan antara propaganda imej tubuh yang tidak realistis dan bagaimana itu berdampak negatif bagi kesehatan, terutama pada remaja putri dan wanita muda, telah muncul."
Retailer Kecantikan Ini Larang Wajah Model Diedit Jadi Cantik SempurnaFoto: istimewa

CVS bukan perusahaan pertama yang membuat gerakan revolusioner ini. Pada 2014, retailer online ModCloth juga membuat kebijakan untuk menampilkan model produk tanpa Photoshop.

Retailer fashion Target juga merilis iklan pakaian renang yang menampilkan model-model wanita dengan berbagai bentuk dan ukuran tubuh, tanpa diedit. Aksi Target ini diikuti oleh ASOS yang menampilkan model pakai baju renang tanpa edit sehingga stretch marks pada tubuhnya terlihat jelas. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com