Kamis, 11/01/2018 18:06 WIB

Bukan Oplas, Ini Cara yang Disukai Wanita Indonesia untuk Jadi Cantik

Kiki Oktaviani - wolipop
Bukan Oplas, Ini Cara yang Disukai Wanita Indonesia untuk Jadi Cantik Foto: Thinkstock
Jakarta - Berubah tahun, berubah juga tren perawatan kecantikan yang diinginkan wanita Indonesia. Perawatan kecantikan terkini adalah Reshape, Relift dan Contouring. Seperti apa?

Klinik kecantikan Miracle yang mengungkap tren perawatan kecantikan tersebut. Menurut dr. Lanny Juniarti, Presiden Direktur Miracle Clinic Group, tiga hal tersebut mencakup keinginan wanita Indonesia dalam mempercantik wajah mereka.

Bukan Oplas, Ini Cara yang Disukai Wanita Indonesia untuk Jadi CantikFoto: thinkstock


"Jika di 2017 wanita hanya melihat bagian outline wajah seperti bentuk wajah yang v-shape. Di 2018 orang pengen berbagai sudut terlihat menarik. Tidak hanya v-shape namun juga fokus ke hal-hal yang lebih detail seperti bibir, dagu, dahi apakah sudah cukup ideal atau belum," kata dr. Lanny dalam acara Aesthetic Outlook 2018 bersama Miracle Clinic di Kembang Goela, Plaza Sentral, Sudirman, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Untuk itu, dr. Lanny mengungkap tiga hal yang menjadi tren kecantikan 2018 yakni Reshape, Relift dan Contouring. Reshape adalah membentuk wajah yang lebar menjadi lebih kecil atau v-shape.

Dr. Lanny menjelaskan karena idealnya wajah yang dianggap menarik adalah lebih panjang di bagian dagu. Dr. Lanny mencotohkannya seperti bentuk telur.

"Dalam melakukan v-shape pasti terkait dengan Relift. Sehingga ketika v-shape wajah pun ikut dikencangkan atau relift," kata dr. Lanny.

Sementara Contouring adalah membuat wajah bentuknya lebih 3D. Sehingga tidak hanya bagian luar wajah saja yang dibentuk namun bagian yang lebih detail seperti hidung, dahi, bibi atau mata.

Dr. Lanny juga menyebut bahwa tren perawatan kecantikan tersebut sebisa mungkin dilakukan dengan cara minimal invasif atau meminimalisir proses bedah. Wanita lebih memilih perawatan yang dilakukan dengan mesin seperti laser atau radio frekuensi. Contoh perawatan non invasif lainnya seperti botox, filler dan tanam benang.

"Minimal invasif menjadi tren secara global. Kebutuhan orang yang ingin melakukan tindakan tanpa bedah semakin meningkat hal itu didasari karena teknologi yang juga semakin beragam," ucap dr. Lanny. (kik/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177