Rabu, 10/01/2018 18:08 WIB

Bhumi Sumba, Cara Didiet Maulana Akrabkan Milenial dengan Budaya Indonesia

Daniel Ngantung - wolipop
Bhumi Sumba, Cara Didiet Maulana Akrabkan Milenial dengan Budaya Indonesia Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Didiet Maulana adalah satu dari segelintir desainer Tanah Air yang fokus mengeksplorasi kain Indonesia. Kini, kecintaannya pada budaya negeri sendiri juga mewujud dalam 'Bhumi Sumba'.

Bukan koleksi fashion, Bhumi Sumba merupakan sebuah situs yang digagas oleh Didiet untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Sumba, Nusa Tenggara Timur, kepada masyarakat, khususnya generasi milenial Indonesia.

"Anak-anak zaman sekarang kan hobinya traveling. Tapi, berangkat dari pengalaman sendiri saat mencari penenun, belum ada referensi yang komprehensif tentang destinasi di Indonesia yang mau kita tuju. Salah satunya Sumba," ujar pendiri label IKAT Indonesia itu saat memperkenalkan Bhumi Indonesia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Didiet membagi situs Bhumi Sumba itu ke dalam tiga bagian. Ada 'Akar' yang menceritakan sejarah Sumba, lalu 'Titik' untuk referensi lokasi-lokasi wisata, dan 'Budaya' di mana pengunjung bisa mencari tahu tentang keindahan tenun khas Sumba hingga makna berbagai upacara adat.

Bhumi Sumba, Cara Didiet Maulana Akrabkan Milenial dengan Budaya IndonesiaFoto: Mohammad Abduh/Wolipop


Semuanya dikemas dalam tampilan yang minimalis dan bersih ala kekininan dengan foto-foto berresolusi tinggi dan desain menarik. Tak hanya itu, nantinya, juga akan ada konten yang berisikan tips memakai kain Sumba dengan gaya kekinian. Untuk konten ini, Didiet berencana bersinergi dengan sejumlah desainer yang berkomitmen melestarikan tenun khas Sumba.

"Kalau kerja untuk Indonesia, kita nggak bisa mengandalkan nama sendiri. Dan ini adalah platform yang memungkinkan aku berkolaborasi dengan teman-teman desainer lainnya untuk sharing tentang apa yang pernah mereka sumbangkan bagi Indonesia, khususnya Sumba," terang Didiet.

Lahirnya Bhumi Indonesia tak lepas dari Krowd, sebuah platform kolaborasi online yang dibentuk oleh penyanyi Vidi Aldiano, CEO Creativepreneur Event Creator Putri Tanjung, dan Chief Executive KIBAR Yansen Kamto.

Krowd mempertemukan Didiet dengan para otak kreatif yang ikut berkontribusi dalam menciptakan Bhumi Sunda. Dengan bantuan tim yang terdiri dari 12 orang, Didiet dapat merealisasikan Bhumi Sunda dalam waktu 4,5 bulan saja.

Didiet berharap, Bhumi Sumba mendapat respons positif dari masyarakat. "Kalau responsnya bagus, nggak menutup kemungkinan akan muncul Bhumi Aceh, Bhumi Makassar atau Bhumi lainnya supaya anak muda Indonesia makin akrab dengan budaya negeri sendiri," tambah Didiet. (dng/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com