Selasa, 09/01/2018 18:10 WIB

Dihujani Kritik karena Tolak Pakai Baju Hitam, Ini Alasan Bos Golden Globes

Hestianingsih - wolipop
Dihujani Kritik karena Tolak Pakai Baju Hitam, Ini Alasan Bos Golden Globes Foto: Frazer Harrison/Getty Images
Jakarta - Presiden Hollywood Foreign Press Association (HFPA) Meher Tatna jadi sasaran kritik publik dan netizen saat hadir di Golden Globes 2018 yang digelar di Beverly Hilton, Beverly Hills, California, Minggu (7/1/2017) malam. Penyebabnya, karena Meher tidak memakai busana hitam yang menjadi dress code di acara tersebut.

Meher Tatna memilih mengenakan gaun merah yang dipasangkan dengan coat berhias bordiran. Dengan sebagian besar selebriti yang hadir memakai baju hitam, penampilan wanita berdarah India itu tentu menjadi perhatian.

Meher Tatna dituding tidak sensitif dengan isu pelecehan seksual yang belakangan ini diketahui marak terjadi di dunia hiburan Hollywood. Dia juga diduga menolak ikut aksi solidaritas dan kampanye Time's Up, gerakan yang digagas sejumlah kalangan selebriti untuk melawan pelecehan seksual di tempat kerja dan ketidaksetaraan gaji antara pria dan wanita.

Dugaan itu makin kuat karena Meher Tatna juga menjadi host Golden Globes 2018. Terlebih lagi organisasi HFPA yang dipimpinnya lah yang menggagas ajang penghargaan bergengsi tersebut.

Padahal, ada alasan kuat di balik keputusan Meher Tatna untuk tidak memakai busana hitam di Golden Globes 2018. Bukan karena tidak peduli atau menentang aksi solidaritas tersebut, namun karena budaya nenek moyang tempat ia berasal.

Meher lahir di Mumbai, India. Kepada Access Hollywood, ia menjelaskan kalau di kebudayaannya, baju hitam hanya dipakai oleh seorang janda yang berduka karena kematian suaminya. Sementara merah adalah warna yang menyimbolkan perayaan dan suka cita.

"Aku dan ibuku sudah merencanakan ini sejak beberapa bulan lalu, ini sesuatu yang berkaitan dengan budaya. Ketika kamu mengadakan sebuah perayaan, kamu tidak memakai hitam. Jadi dia akan ngeri kalau aku pakai hitam. Jadi inilah dia, untuk ibuku," kata Meher, seperti dikutip dari Flare.

Dukungan Meher untuk kampanye Time's Up dilakukannya dalam bentuk lain. Dan tidak seharusnya dirinya dikecam maupun dikritik hanya karena memakai sesuatu yang berbeda. Dalam pidatonya di Golden Globes, ia mengatakan siap berdampingan dengan rekan-rekannya sesama jurnalis, aktivis juga selebriti untuk memperjuangkan kesetaraan.

"Mewakili Hollywood Foreign Press Association, saya senang bisa merayakan hari jadi (Golden Globes) yang ke-75 bersama kalian dan kami menyambut dan mendukung para wanita yang berdiri bersama hari ini. Yes, time's up," serunya.


(hst/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com