Minggu, 07/01/2018 15:25 WIB

Kisah Haru Ayah Naik-Turun Bukit Gendong Anak yang Difabel ke Sekolah

Anggi Mayasari - wolipop
Kisah Haru Ayah Naik-Turun Bukit Gendong Anak yang Difabel ke Sekolah Foto: istimewa
Jakarta - Setiap orangtua tentunya akan melakukan apa saja untuk buah hatinya. Bahkan, hal itu berarti mereka juga harus mengorbankan banyak hal termasuk kehidupan mereka sendiri. Seperti perjuangan yang dilakukan oleh seorang ayah di China ini.

Dilansir Insight, Yu Xukang rela menempuh perjalanan 16 kilometer untuk membawa anaknya yang difabel ke sekolah setiap hari. Ia menolak untuk menyerah pada pendidikan anaknya Xiao Qiang yang berusia 12 tahun.

Xiao ingin belajar, dan sebagai seorang ayah, Yu tahu bahwa ia adalah satu-satunya harapan anaknya. Jalan menuju sekolah Xiao tak semudah hanya menyebrang jalan. Mereka harus menempuh perjalanan berkilo-kilo meter. Yu pun harus membawa Xiao dengan keranjang yang ia kaitkan di punggungnya.

"Aku tahu bahwa anakku cacat fisik, tapi tidak ada yang salah dengan pikirannya. Namun, aku tak dapat menemukan sekolah di sini dengan fasilitas untuk menerimanya dan terus ditolak. Satu-satunya tempat dimana aku bisa menyekolahkannya berada di Sekolah Dasar Fengxi, di kota Fengyi, Yibin, Provinsi Sichuan yang berjarak lima mil (8 km) dengan berjalan kaki," cerita Yu.
Kisah Haru Ayah Naik-Turun Bukit Gendong Anak yang Difabel ke SekolahFoto: istimewa

Menurut pria berusia 40 tahun ini, istrinya meninggalkan mereka saat Xiao beruia tiga tahun. Namun, Yu mengungkapkan bahwa ia bertekad tak akan membiarkan putranya menderita meski dibesarkan dengan orangtua tunggal.

"Aku telah membawanya ke sana sejak September lalu. Setiap hari aku bangun pukul lima pagi menyiapkan makan siang untuk dia, dan kemudian saya berjalan 7 km ke sekolah, dan kemudian kembali lagi ke rumah supaya bisa bekerja mendapatkan uang. Aku kemudian berjalan kembali ke sekolah untuk menjemput dan membawanya pulang," jelas Yu.

Yu juga mengungkapkan bahwa ia memperkirakan selama ini ia telah berjalan sekitar 1600 mil (2574 km) menaiki dan menuruni bukit.

"Anakku tidak bisa berjalan sendiri, dan itu juga berarti dia tak dapat mengendarai sepeda," kata Yu.

"Meski berusia 12 tahun tingginya hanya 90 cm. Tapi aku bangga bahwa ia sudah berada di puncak kelasnya, dan aku tahu dia akan mencapai hal-hal besar. Mimpiku adalah dia bisa pergi kuliah," tambahnya.

Cerita Yu yang viral ini pun mendapat banyak pujian dari netizen. Beruntungnya, kisah Yu yang juga diketahui khalayak melalui media lokal ini membuat pemerintah daerah setempat untuk membantu meringankan beban Yu. (agm/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177