Kamis, 07/12/2017 17:32 WIB

Alami Pelecehan Seksual, Taylor Swift Jadi TIME Person of the Year

Daniel Ngantung - wolipop
Alami Pelecehan Seksual, Taylor Swift Jadi TIME Person of the Year Foto: Getty Images
New York City - Sosok Taylor Swift kembali menghiasi cover majalah TIME. Kali ini bukan karena prestasi musiknya, tapi keberaniannya untuk melaporkan pelaku pelecehan seksual.

Taylor Swift terpilih sebagai Person of the Year versi majalah TIME. Ia tidak sendiri. Gelar tersebut juga diberikan kepada para korban pelecehan seksual, baik wanita maupun pria, yang berani berbicara tentang pengalaman buruknya. TIME menjuluki mereka 'The Silence Breaker'.

Taylor Swift terpilih sebagai Person of the Year majalah TimeTaylor Swift terpilih sebagai Person of the Year majalah Time (Foto: dok. TIME)
Beberapa waktu lalu, Taylor menang gugatan dalam kasus pelecehan seksual terhadap dirinya. Aksi itu dilakukan oleh David Mueller, seorang DJ Radio KYGO. Taylor mengaku disentuh bokongnya oleh David saat berfoto bersama 2013 silam.

Taylor melaporkan kejadian tersebut kepada KYGO yang berujung pada pemecatan David. Tidak terima, David menggugat Taylor pada 2015 dengan alasan 'tudingan palsu'. Pengacara David meminta Taylor untuk bersaksi dan mengatakan bahwa dirinya menyesal David dipecat. "Aku tidak akan membiarkanmu atau klienmu membuat ini seolah-olah salahku," kata Taylor kepada TIME.

Alami Pelecehan Seksual, Taylor Swift Jadi TIME Person of the YearFoto: Dok. Time
Agustus lalu, delapan juri memutuskan David bersalah dalam kasus pelecehan seksual tersebut. Taylor Swift pun mendapatkan ganti rugi sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar. "Jika dia saja bisa bersikap kurang ajar padaku, apalagi pada seniman yang masih muda dan rentan," ungkap pelantun 'Look What You Made Me Do' itu.

Di sampul TIME, Taylor juga bersandingan aktris Ashley Judd yang mengaku pernah dilecehkan oleh produser Hollywood kenamaan Harvey Weinstein.

Aktris Ashley Judd.Aktris Ashley Judd. (Foto: Dok. Paramount Pictures)
Kejadian tersebut dialami Ashley 20 tahun lalu saat bertemu dengan sang produser eksekutif The Lord of The Rings di sebuah hotel di Los Angeles.

Perempuan 49 tahun itu mengatakan, Harvey kala itu hanya mengenakan jubah mandi sebelum kemudian meminta dia melihatnya mandi.

"Bagaimana caranya aku keluar dari ruangan tersebut secepat mungkin tanpa mengacuhkan Harvey Weinstein? Aku merasa panik, merasa terpenjara," ujar Ashley Judd.

Gwyneth PaltrowGwyneth Paltrow (Foto: Getty Images)
Tak cuma Ashley, lebih dari 20 perempuan, termasuk bintang terkenal seperti Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, dan Rose McGowan, mengungkapkan sejumlah tuduhan atas Harvey.

Keberanian mereka lantas melahirkan gerakan hashtag #MeToo yang memotivasi para korban pelecehan seksual yang selama ini diam untuk bersuara.

"Saat ini, tidak memiliki pemimpin atau satu bahasa tunggal untuk menyatukan. Hashtag #MeToo menjadi solidaritas bagi jutaan orang untuk maju dengan cerita mereka," tulis majalah TIME.

(dtg/dtg)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177