Rabu, 06/12/2017 13:04 WIB

Pesan BPOM untuk Para Makeup Artist Agar Kosmetik Tak Dihancurkan

Anggi Mayasari - wolipop
Pesan BPOM untuk Para Makeup Artist Agar Kosmetik Tak Dihancurkan Foto: Thinkstock
Jakarta - Nama Oktavia Tombokan jadi viral di media sosial karena bercerita tentang pengalaman tak menyenangkan yang ia alami dengan petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Makeup artist asal Papua ini menyatakan bahwa produk kosmetik yang biasanya ia gunakan untuk merias klien hancur di tangan petugas BPOM.

Menurut Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura, Mudi Yunita, makeup artist memang bertindak sebagai salah satu pelaku usaha yang kosmetiknya digunakan untuk konsumen. Hal itulah yang menjadikan pemilik usaha Tiara Jaya Wedding Organizer ini menjadi sasaran BPOM untuk melakukan pemeriksaan.

Baca Juga : Kata BPOM Soal Makeup Artist yang Kosmetiknya Dihancurkan Saat Disidak

Mekipun produk kosmetik itu dibeli di pusat perbelanjaan besar dan dibeli di luar negeri, jika tidak ada izin edar dan tak berlabel BPOM maka akan dianggap ilegal. Agar kosmetik yang tak sesuai dengan ketentuan itu tak digunakan oleh konsumen, maka BPOM memiliki wewenang untuk memusnahkan atau menghancurkan.

"Satu lagi mereka kan bilang saya beli di sini dan di sini. Kita juga tidak seenaknya saja merusak. Pelaku usaha juga harus paham bahwa walaupun kosmetika, itu ada peraturan yang mengikatnya," kata Mudi saat dihubungi Wolipop, Selasa (5/12/2017).

Mudi juga mengungkapkan bahwa makeup artist yang juga sebagai pelaku usaha harus paham bahwa kosmetik yang digunakannya itu ada peraturan yang mengikatnya. Mereka juga harus paham produk-produk yang terdaftar BPOM atau tidak.

"Karena kan ini pelaku usaha, kadang-kadang dari seribu yang diizinkan masuk mungkin ada lima ratus yang tidak tahu bawa darimana atau mungkin buat dari mana, itu yang seharusnya kita jaga," jelasnya.

Hal itu pun menjadi pembelajaran untuk para pelaku usaha lainnya yang bergerak di bidang obat, makanan dan minuman agar lebih cermat. BPOM juga membuka kesempatan untuk pelaku usaha yang ingin sharing tentang peraturan produk.

"Ya mungkin sekali-kali bikin kelompok, kalau mau sharing tentang peraturan. Ini juga kan sudah zaman keterbukaan semua bisa diakses lewat handphone, BPOM juga membuka Halo BPOM ada nomornya dan bisa ditanyakan. BBPOM Jayapura juga membuka kesempatan untuk tanya jawab," imbuh Mudi. (agm/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com