Jumat, 24/11/2017 19:30 WIB

Saran Dokter Agar Suami Tidak Tertarik Pelakor

Rahmi Anjani - wolipop
Saran Dokter Agar Suami Tidak Tertarik Pelakor Foto: Thinkstock
Jakarta - Sejumlah kasus perselingkuhan yang terungkap di media dan jejaring sosial belakangan ini membuat sejumlah wanita ikut khawatir. Tak sedikit istri yang mulai berpikir mengenai kemungkinan suaminya punya wanita idaman lain atau tergoda pelakor (perebut laki orang). Andakah salah satunya?

Belakangan muncul pula tulisan mengenai pelakor yang viral di media sosial. Tulisan tersebut bukan curhatan korban perselingkuhan namun dokter yang mengungkap fakta-fakta ilmiah mengenai ketidaksetiaan seseorang. Berjudul 'Kenapa Ada Pelakor?', tulisan tersebut mengungkap jika masalah seks sering jadi penyebab timbulnya perselingkuhan. Jika begitu, istri harus berbuat apa?

dr Yudhistya, SpOG yang mengunggah tulisan tersebut pun memberikan sarannya sebagai seoran dokter. "Yang pertama, buat diri kita menarik dan percaya diri. Tidak perlu cemburu. Cemburu tanda lemah posisi. Ketika Anda banyak teman, memiliki banyak manfaat untuk orang lain, pasti jadi orang yang menarik," kata dokter asal Surakarta tersebut kepada Wolipop, pada Kamis, (23/11/2017).

Menurut Yudhis sebenarnya sulit untuk memastikan atau menemukan cara jika suami tidak benar-benar akan tergoda pelakor. Namun dokter kandungan itu menyarankan agar istri juga punya kemandirian dan ketegasan agar tidak takut berlebihan bahwa suami akan jatuh ke pelukan wanita lain.

"Kedua, memiliki kemandirian. Semisal memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak menjadi kelemahan, malah menjadi kekuatan. Ketiga, buat prinsip tegas. Izinkan atau tinggalkan. Itu hak masing-masing. Tapi jika perjanjian sebelum menikah tidak mengizinkan mendua, ya lebih baik ketika dilanggar tinggalkan saja," tambahnya.

Bagaimana jika suami sudah terlanjur jatuh ke pelukan pelakor? Jalan satu-satunya adalah move on. "Terima fakta lalu move on. Move on ini bisa menerima pelakor menjadi anggota baru dalam keluarga atau move on berpisah dengan suami. Hidup terlalu sebentar untuk bersedih. Jangan sandarkan kebahagiaan pada orang lain. Tentukan kebahagiaan kita sendiri," saran dr Yudhis.


(ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177